Tentang Mandi Wajib

Thaharah, 21 September 2008

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Ustadz.
Bagimana hukumnya mandi (setelah melakukan hubungan suami isteri) dengan menggunakan air hangat, karena saya alergi hawa dingin. Selama ini saya selalu menunggu subuh. Matur nuwun, Ustadz.
Wassalamu'alaikum Wr Wb.

-- Mus'ab (Madiun)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb

Syarat untuk air yang boleh dipakai untuk menghilangkan hadats; baik hadats  kecil dengan cara berwudhu atau hadats besar dengan cara mandi, adalah SUCI dan MENSUCIKAN (thahuur). Dan ketika syarat dari air tersebut telah terpenuhi (suci dan mensucikan), maka tidak ada lagi ketentuan yang mengharuskan, bahwa air tersebut harus dingin, hangat atau panas.

Dan untuk itu, maka bagi yang mau bersuci, baik dengan berwudhu dalam rangka menghilangkan hadats kecil atau mandi dalam rangka menghilangkan hadats besar, diperkenankan untuk memakai air dingin atau hangat, sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA