Menikahi Janda

Pernikahan & Keluarga, 24 April 2013

Pertanyaan:

Assalammualakikum wr wb,

saya seoarang janda punya anak satu. Menjalin hubungan dengan seorang laki-laki bujangan dan berencana menikah. Hubungan kami tidak direstui ibu nya karena status saya janda. Beliau malu mempunyai menantu bukan status gadis.

Kami telah memiliki banyak kecocokan,dan calon suami saya telah berupaya untuk memperoleh restu sejak 3 tahun lalu. dan belum membuahkan hasil sampai sekarang. Jika kami tidak menikah,kami takutkan akan terjadi zina,karena calon saya telah berumur 30 tahun dan saya 28 tahun.

Kami ingin menikah demi menjalankan perintah dan sunnah,karena kami saling mencintai dan telah mapan,masing--masing sudah ada pekerjaan tetap.

Upaya pun sudah kami hadirkan pihak ketiga. oleh adik ibunya,sudah dijelaskan mengenai rencana kami untuk menikah.

Apakah kami harus menghentikan niat baik kami?sedangkan dulu Nabi Muhammad SAW juga menikahi seorang Janda yaitu KHadijah yang telah berusia 40 tahun.

menikahi janda kan tidak haram,jadi mengapa harus dilarang?apakah tidak ada dosa bagi orang tua apabila anaknya ingin menikah tapi tidak direstui.

Mohon Penjelasannya pak ustad,karena dari yang saya baca tentang pertanyaan seputar pernikahan ini sepertinya harus mundur kalau tanpa restu orang tua.

Terima Kasih. Wassalam..

-- Olyn Azzahra (Jambi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Salah satu tujuan dari pernikahan adalah untuk mendapatkan kedamaian ( QS. 30:21 ) Karena dengan suasana yang damai, maka suami istri akan bisa mengatur kehidupan rumah tangganya dengan baik

Dan meskipun restu orang tua bukan menjadi rukun dalam pernikahan, tetapi ia menjadi unsur  yang sangat menentukan bagi tercapainya rasa damai yang menjadi salah satu tujuan dari pernikahan tersebut

Oleh karena itu, seyogyanya tidak memaksakan diri untuk menikah dengan tanpa ada restu orang tua, upayakan agar calon suami  mengkomunikasikan rencana pernikahan tersebut kepada orang tua dengan cara yang baik, dan bahkan upayakan agar calon suami minta tolong kepada saudaranya yang lain ( pamannya atau yang lainnya )agar bisa membantunya dalam mengkomunikasikan masalah tersebut kepada orang tua

Dan jangan lupa pula untuk senantiasa berdo'a agar Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA