Jatuhkah Talak?

Pernikahan & Keluarga, 17 Juni 2013

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum PA Ustadz
Mohon penjelasannya Pa' Ustadz, saya pernah bertengkar dengan suami saya. dan saat marah saya mengucapkan " udah pisah saja, bubaran saja daripada saling nyakitin terus ". kelihatan dengan berat suami saya menjawab, "Ya, saya terima kamu perlakukan saya seperti ini. mungkin sudah jalan hidup saya. mungkin kamu tidak bahagia hidup sama saya. jika memang menurut kamu ini yang terbaik, terserah kamu saja. meskipun berat, Insya Allah saya ikhlas."
Tapi kemudian saya tanya maksudnya gimana?
Suami saya bilang dia tidak berniat menceraikan saya ataupun mengiyakan permintaan saya.Suami saya bilang maksudnya bukan menerima cerainya tapi dia menerima takdir dia, saya perlakukan seperti itu. dia pasrah sama Allah seandainya saya ceraikan dia. Dia ikhlas menerima semua takdirnya.Tapi suami saya pengin semuanya baik2 saja. dan saya juga begitu.
Yang ingin saya tanyakan, apakah perkataan saya dan suami saya sudah menyebabkan jatuh talak diantara kami ustadz?
mohon pernjelasannya... saya sangat bingung memikirkan hal ini.

Terima kasih

Wassalamu'alaikum

-- Novi (Bekasi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Talak adalah hak mutlak bagi suami, yang karenanya seorang istri tidak bisa menceraikan suaminya, tetapi seorang istri mempunyai hak untuk meminta cerai kepada suaminya, Dan apabila hal tersebut terjadi ( seorang istri minta cerai kepada suami ), dan suami menyetujuinya/meng-iyakannya, maka jatuhlah khulu'/fasakh (rusaknya akan pernikahan), dengan ketentuan istri harus mengembalikan mahar yang dahulu diterima dari suaminya

Tetapi, sebagaimana yang anda ceritakan, bahwa suami anda (saat anda minta cerai) tidak menyetujui atau meng-iyakan permintaan anda, maka nsya Allah tidak jatuh fasakh, yang karenanya anda berdua masih berstatus sebagai suami istri

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb 



-- Agung Cahyadi, MA