Konsultasi Masalah Hidup

Akhlaq, 24 September 2013

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustad.,

Jika diperbolehkan saya ingin berkonsultasi dengan ustad. nama saya Ika (samaran), saya 24th. saya besar dari kalangan keluarga yang tau tentang agama. bapak saya juga seorang jamaah islam yang aktif. saya besar di kota jogja, dan sekarang saya tinggal di jakarta karena pekerjaan saya di Jakarta. Saya punya pacar sudah 3 tahun, pacar saya tak lain masih ada hubungan saudara dengan saya meskipun jauh. Orang tua saya sangat menentang dan tidak merestui. Dan sekarang saya bekerja di Jakarta, dan pacar saya juga bekerja di Jakarta. cuma pekerjaan kita beda lokasi. saya bingung ustad, hari-hari saya selalu dibayang-bayangi perasaan berdosa dan gelisah. saya orang yang tahu agama. saya berjilbab, saya shalat, saya tahu hukum-hukum agama, saya mengaji, tapi sya juga berzina. saya harus mengambil sikap yang bagaimana ustad. saya mohon dukungan konsultasinya ustad. disisi lain, saya ingin menikah siri saja biar tidak menambah dosa. lalu bagaimana dengan orang tua saya. dan lagi, pacar saya masih kalah pemikiran dari saya. dalam artian, saya lulusan sarjana, dia hanya lulusan SD. kita sering berbeda pendapat ustadz. pemikiran kita sangat bersebrangan, mungkin dikarenakan latar belakang kita yang berbeda. mana lagi, dia sebagai seorang lelaki saya fikir inisiatif dan ketegasan hidupnya sangat kurang. sehingga terkadang menimbulkan emosi dimana saya sering melanturkan kata-kata kasar dengannya. dan ketika saya sudah menikah siri dengan dia, tanggungan saya menjadi lebih berat menjadi seorang istri. karena bisa dipastikan saya akan lebih sering berani dengan suami saya. saya harus bagaimana ustad?
sementra saya di jakarta sendri. saya tidak punya siapa-siapa kecuali pacar saya itu. saya sering bosan di kos sendrian. jenuh, tidak ada aktifitas setelah pulang kerja bahkan libur kerja saya isi hanya dengan nonton tv. maka dari itu dia menjadi sering main ketempat saya biar saya tidak jenuh merasa sendrian. saya harus bagaiman ustadz?
hati saya selalu diliputi rasa gelisah dan takut akan kematian yang tidak tahu kapan akan menjemput saya. mohon bantuannya ustadz. terimakasih
Wassalam..

-- Ika (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Kalaupun di seluruh jakarta tidak ada seorangpun yang anda kenal, mestinya sebagai seorang muslimah anda harus meyakini bahwa ada Allah yang senantiasa menolong hamba-Nya, apabila hamba-Nya dekat dengan-Nya ( QS 47:7 )

Oleh karenanya , isilah waktu-waktu senggang anda untuk berdekat diri kepada Allah agar tidak kesepian, baca Al Qur'an, berzikir, baca buku-buku Islam yang bermanfaat dan masih banyak aktifitas lain yang bisa bernilai ibadah

Dan khusus untuk menentukan calon suami, anda jangan pernah berspekulasi dengan memilih orang yang belum jelas agama, akhlaq dan kapasitasnya, karena pernikahan itu adalah masa depan ( masa depan anda dan anak-anak anda ), karenanya pastikan calon anda adalah orang yang baik agama dan akhlaqnya, yang anda yakini nantinya bisa membimbing anda

Dan jangan pernah memaksakan diri untuk menikah dengan seseorang yang orang tua anda tidak menyetujuinya, karena akan berisiko rusaknya hubungan silaturrohim anda dengan orang tua yang telah melahirkan anda

Oleh karenanya, segera komunikasikan kepada orang tua dengan baik-baik, untuk segera memilih calon yang disepakati kwalifikasinya, orang yang baik agama dan akhlaqnya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberi kemudahan dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA