Mengambilkan Harta Karun

Aqidah, 14 Oktober 2008

Pertanyaan:

Ass. Wr. Wb. Kepada Para Konsultan Yang Disayang Alloh.
Dengan forum ini kami berharap untuk dapat penjelasan yang bersumber dari Al-Qur'an maupun Hadits.
Pertanyaan: Bagaimana dalilnya jika seorang muslim dimintai tolong oleh seorang muslim lainnya untuk mengambilkan harta karun yang konon disimpan dipendam dalam tanah selanjutnya konon dibawa (dikuasai) oleh makhluk JIN.
Besar harapan kami untuk dapat dijawab, semoga jawabannya sangat bermanfaat bagi kami. Kami sampaikan terimakasih banyak.


-- Harris (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Tolong menolong dalam Islam merupakan amalan mulia yang bernilai ibadah dan diperintahkan, selama tolong menolong tersebut dalam kebaikan. Allah berfirman yang artinya: "Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan." (QS. 5:2)

Dalam kasus yang ditanyakan, ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi untuk kemudian dapat dijawab menurut ketentuan syar'i :

1. Darimanakah informasi keberadaan harta karun tersebut? Dapatkah dipercaya ? Hal ini perlu untuk diklarifikasi, agar kita tidak melakukan sebuah perbuatan yang tidak jelas kebenarannya.

2. Milik siapakah harta karun yang terpendam dalam tanah tersebut? Apakah benar ia  dipastikan milik seseorang yang meminta tolong tersebut ataukah milik orang lain? Apabila barang tersebut memang milik orang yang minta tolong tersebut, maka alangkah mulianya kalau kita bisa membantunya untuk menggali tanah dimana harta karun tersebut terpendam. Namun kalau harta karun tersebut tidak jelas pemiliknya, tentunya kita tidak boleh untuk menolong orang yang ingin mengambil harta orang lain yang tentunya bukan miliknya, karena ini adalah tolong menolong dalam dosa yang dilarang oleh Allah (QS. 5:2)

3. Darimanakah informasi, bahwa harta karun tersebut sekarang dikuasai oleh jin? Kalau informasi tersebut justru datangnya dari jin, maka kita tidak boleh untuk mempercayainya, yang karenanya kita tidak boleh membantu orang yang minta tolong tersebut.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA