Penunaian Kewajiban

Akhlaq, 26 Januari 2014

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wbr, ustad saya mempunyai permasalahan, mohon di beri pencerahan. Saya merupakan anak laki-laki tunggal umur 30 tahun. Saya mempunyai ibu penderita gangguan jiwa, ibu saya menderita penyakitnya sejak mengandung saya (30 tahun). Bapak saya berusaha mengobati ibu saya, namun tidak sembuh-sembuh, sampai Bapak saya memutuskan untuk berpisah. jadi pada saat usia saya sekitar 10 tahun, Bapak saya menceraikan ibu saya. Kemudian ibu diurus oleh kakak kandungnya (uwak saya). Sementara Bapak saya menikah lagi dengan janda beranak satu dan dikaruniai dua orang anak perempuan. Sementara saya sendiri, sejak Ibu dan Bapak saya bercerai, tinggal di rumah uwak (kaka Bapak) dari bapak saya, sampai saya menamatkan sekolah SMA, walaupun untuk biaya sekolah tetap dibiayai oleh Bapak saya. Setelah selesai SMU, saya kuliah di sebuah PT di Bandung dengan biaya dari Bapak saya, untuk membiayai kuliah saya, Bapak saya sampai menjual tanah-tanah miliknya. Kini saya sudah bekerja dan menikah serta dikaruniai anak 2 (umur 4 tahun dan 1 tahun). Setelah saya bekerja, saya berusaha mengirimi uang kepada Bapak saya dan uwak yang mengurus Ibu saya (untuk biaya hidup ibu saya) serta kepada uwak yang rumahnya saya tinggali waktu kecil. Alhamdulillah pada tahun 2011, saya dapat rejeki sehingga saya dapat mengobati Ibu saya di pesantren rehabilitasi jiwa selama 10 bulan, kini ibu saya , saya bawa ke rumah saya, atau saya urus sendiri, dan alhamdulillah ada perbaikan secara kejiwaan. Dipihak lain, kini adik adik tiri saya dari Bapak saya sebentar lagi mau menginjak usia 18 tahun, dan bapak saya minta saya untuk mengkuliahkannya, disatu pihak saya merasa berat dengan biaya pengobatan ibu saya, kemudian saya juga masih terus mengirim uang ke Bapak saya serta ke uwak yang rumahnya saya tinggali waktu kecil, tiap bulannya, disamping juga harus menafkahi istri dan anak-anak. Pertanyaan saya apakah membiaya kuliah adik adik tiri saya tersebut merupakan kewajiban saya?, pertanyaan ke dua, tempat saya bekerja menyuruh saya untuk mengambil pendidikan di luar negeri selama 5 tahun, apakah hukumnya apabila saya mendahulukan tugas kantor saya tersebut dibanding dengan mengurus ibu saya ? mana yang harus lebih saya prioritaskan ?. Saya sangat berharap Ustad memberikan pencerahan b agi saya. Syukron Jazakumullah khoiron Katsiro...Wassalamualaikum

-- Hidayat (Tasikmalaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

1. Membiayai kuliah untuk adik-adik tiri tersebut bukanlah kewajiban anda, yang karenanya kalau memang anda tidak cukup biaya untuk membantu ayah membiayai kuliah adik-adik tiri tersebut, seyogyanya anda meng-komunikasikan masalah ketidk sanggupan anda tersebut kepada bapak dengan cara yang baik-baik agar tidak tersinggung 

2. Kalau ada yang bisa mewakili anda mendampingi ibu selama dalam perawatan sakitnya, bisa saja anda memenuhi tugas kantor untuk mengambil pendidikan ke luar negeri, namun bila tidak ada yang bisa mewakili, sebaiknya anda minta izin ke kantor untuk sementara tidak bisa memenuhi harapan kantor karena harus mengurus ibu yang memang sangat membutuhkan keberadaan anda didekatnya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb. 



-- Agung Cahyadi, MA