Pembagian Harta

Waris, 11 Desember 2015

Pertanyaan:

Bismillah, maaf Ustadz teman sy ( laki2) menceritakan masalah pribadinya dan katanya, di masa mudanya, ia banyak melakukan hal hina dan tercela namun Allah selalu menutupi aibnya, hingga suatu masa dia tlah melakukan suatu dosa besar, yakni melakukan hubungan suami istri pra nikah, walau akhirnya wanita tersebut dinikahi dan kemudian mempunyai bberapa anak, hinggi kini Allah masih menutupi aibnya. Kini dia telah bertobat dan sdh rajin melakukan sholat wajib, Permasalahanya sekarang bagaimana dgn pembagian harta waris nya kelak ? Adakah cara pembagian harta yg tidak perlu menyingkap aib (krn dia tak ingin anak tsb menjadi berduka ) dan juga bukankah Allah melarang kita membuka aib sementara Allah telah menutupnya )?, makasih ustadz

-- Idmah (Kepri)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Wanita yang hamil diluar pernikahan yang sah (zina) hanya boleh untuk nikahi oleh laki-laki yang menzinainya ( QS. 24:3 ), dan nikahnya sah meskipun dalam keadaan hamil menurut ulama' empat madzhab

Dan anak yang lahir karena zina tersebut ia bernasab ke ibunya ( bin/binti  ibunya) dan tidak bernasab ke bapaknya, karena bapaknya hanya bapak biologis, disebabkan anak tersebut tumbuh dari janin sebelum adanya akad nikah yang sah, yang karenanya anak tersebut  hanya saling mewarisi dengan ibunya dan tidak dengan bapaknya

Adapun anak-anak lain yang lahir setelah akad nikah yang sah, maka tentunya bernasab ke bapaknya dan juga saling mewarisi dengan bapaknya

Benar aib dari perzinaan tersebut harus ditutup, tetapi tidak demikian dengan anaknya karena  berkaitan dengan hukum-hukum Islam ( perwalian, waris, nasab )

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk membimbing kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA