Hukum Makan Dan Minum Sambil Berdiri

Akhlaq, 9 Desember 2008

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Ustadz, ana mau bertanya, bagaimana hukum syariah memandang tata cara manusia zaman sekarang yang kerap kali melakukan acara dan pesta (standing party) yang membuat pesertanya itu (mungkin terpaksa karena tidak ada tempat duduk atau terbatas) harus makan dan minum dengan berdiri. Apakah kami harus memaksa diri kami untuk duduk sebelum kami makan / minum. Jazakallah atas jawabannya. Wassalamu'alaikum wr. wb.

-- Tomy Ismail (Bali)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Berkaitan dengan pertanyaan saudara Tomy Ismail tentang boleh dan tidaknya minum dan makan dengan berdiri, sebagaimana yang sering kita jumpai dalam acara makan-makan atau pesta (standing party), sesungguhnya kita mendapatkan beberapa hadits shahih yang dhahirnya saling bertentangan.

Di satu sisi Rasulullah saw melarang untuk minum dengan berdiri, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim dan Ahmad, disisi lain kita mendapatkan hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw pernah minum dengan berdiri dan Abdulllah ibn Umar ra mengatakan bahwa para shahabat pada masa Rasulullah saw makan dengan berjalan dan minum dengan posisi berdiri.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka para ulama' pun berbeda pendapat dalam menyimpulkan hukumnya.

Sebagian besar ulama (jumhur ulama) mengatakan bahwa hadits-hadits yang memperkenankan minum dengan berdiri sebagai nasikh (penghapus) hadits-hadits yang melarang, sehingga mereka berpendapat, bahwa minum dengan berdiri hukumnya boleh. Untuk itulah empat khulafa' rosyidin pun memperkenankan minum dengan berdiri.

Sementara sebagian ulama (dengan melihat adanya perbedaan hadits-hadits tentang boleh dan tidaknya minum dengan berdiri), ada yang mengambil sikap hati-hati, dengan mengatakan, bahwa minum dengan berdiri hukumnya makruh.

Dengan mencermati pendapat dari para ulama tersebut diatas, maka tidak ada alasan bagi kita untuk mengingkari orang yang minum atau makan dengan berdiri, apalagi sebagaimana kita ketahui, bahwa para khulafa' (Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali) dan sebagian besar shahabat serta tabi'in  juga memperkenankannya.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA