Pertanyaan:
Assalamualaikum, Saya sudah menikah 1 tahun dan dikaruniai 1 anak laki2. Kondisi rumah tangga sekarang ibu saya sedang sakit keras dan sampai harus dirawat di Rumah Sakit. Tapi kadang istri selalu ngambek ketika saya merawat ibu saya yg sedang sakit. Padahal saya selalu berusaha memberikan perhatian dan kewajiban saya kepada istri, tapi sepertinya saya selalu salah dimata istri karena dianggap tidak memuliakan istri akibat dari saya merawat ibu saya.
Sebelum2nya juga sering istri ngambek kalo saya antar ibu saya ke rumah sodara , atau ketika ibu saya kumat penyakitnya atau juga ketika saya ingin memberi uang lebih kepada ibu saya.
Mohon nasehatnya ustadz
--
Hadi (Bekasi)
Jawaban:
Wa alaikum salam warahamtullahi wabarakatuhu.
Sebelum kami memberikan nasehat utuk masalah yang sedanga Anda hadapi,terlebih dahulu perlu disampaikan kewajiban anak terhadap orang tua dan kewajiban suami terhadap istri. Berikut beberapa hadits yang patut direnungkan untuk menjadi panduan hidup berkeluarga.
- Rasulullah Saw., “Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita? Rasulullah menjawab: “Suaminya” (apabila sudah menikah). Kemudian Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertanya lagi: “Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki? Rasulullah menjawab: “Ibunya,” (HR. Muslim).
- Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dia berkata; “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata; “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “kemudian siapa lagi?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” dia menjawab: “Kemudian ayahmu.” [HR. Bukhari no.5971 dan Muslim no.2548]
- Rasulullah bersabda:”Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku.” (H.R. Tirmidzi)
Hadits diatas menjelaskan kepada para suami agar berlaku baik kepada orang tuanya,tapi pada sisi yang lain dia juga dituntut orang berlaku baik kepada keluarganya sendiri. Memang menyeimbangkan sikap baik kepada orang tua dan istri tidak mudah tapi bisa dilakukan jika suami dan istri memiliki kesatuan pandangan dalam mensikapinya.
Suami atau seorang laki-laki setelah menikah memiliki tanggung jawab lebih kepada kedua orang tuanya dibandingkan seorang istri kepada orang tuanya. Tapi itu tidak bisa dijadikan alasan bagi suami untuk bertindak semena-mena. Disinilah seorang suami ditutut untuk berlaku bijak dalam memberikan hak kepada keduanya. Ada beberapa saran yang bisa disampaikan agar apa yang Anda lakukan kepada orang tua tidak membuat ngambek sang istri,justru dia akan mendukung dan memahami apa yang Anda lakukan:
- Komunikasikan dan libatkan istri dalam masalah perawatan ibu Anda . Sampaikan apa yang terjadi dengan ibu Anda kepada istri Anda dan mintalah pendapatnya untuk menangani masalah tersebut,sehingga dia merasa dihargai dan dianggap keberadaanya,karena dia dan Anda sekarang telah menjadi satu tubuh,masalah Anda adalah masalah dia juga,masalah bersama. Bisa jadi bukan istri Anda tidak mau Anda merawat dan memberikan perhatian kepada ibu Anda dan hanya menuntut perhatian lebih dari Anda ,bisa jadi penyebabnya karena Anda tidak pernah menyampiakan dan melibatkannya dalam masalah Anda,sehingga dia tidak merasakan apa yang Anda rasakan. Seringkali suami beranggapan tidak perlu melibatkan istri untuk urusan keluarga suaminya. Padahal itu yang menjadi sebab terjadinya kesalah pahaman itu. Seringkali orang lupa satu rumus: orang mau membantu kita jika dia memahami kita,orang mau memahami kita jika dia mengetahui kita,dan kita mengetahui kita jika kita memberitahunya .
- Usaha yang bisa dilakukan juga, berikan pengandaian,ajak dia merasakan apa yang Anda rasakan: bagaimana jika yang sedang sakit itu orang tua dia, kira-kira apa yang akan dia perbuat. Dengan demikian dia diajak untuk berpikir seperti jalan pikiran Anda dan dia diajak merasakan seperti apa yang sedanga Anda rasakan, dengan harapan dia bisa memaklumi apa yang Anda lakukan dan dia tidak lagi egois dan cemburu buta
- Perlu pula disampaikan,bahwa dia tidak boleh egois dengan menghalangi suami untuk berbakti kepada orangtuanya,krena itu bentuk bakti seorang istri kepada suaminya,apalagi orang tuanya sedang sakit. Bukankah orang tua adalah pintu surga yang Allah berikan bagi siapapun yang ingin memasukinya. Rasulullah bersabda:” “Kedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalian”(HR. Tirmidzi).
Wallahu alam bishowab. (as)
--
Amin Syukroni, Lc