Berkah

Akhlaq, 7 Oktober 2020

Pertanyaan:

1.Bagaimana hukumnya, ketika dalam keadaan shalat muncul dalam hati menghina seseorang seperti pelacur, pencuri dll ?,Apakah ada mudharat bagi pekerjaan yang akan kita lakukan setelah sholat tersebut, seperti apakah hilang berkahnya atau bagaimana ?

 

 



-- NHd (Maros)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Shalat adalah salah satu ibadah yang sangat penting dan utama. Shalat adalah tiang agama,shalat adalah amalan yang pertamakali dihisab Allah swt,shalat mampu mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar dan shalat adalah pemisah dan pembeda antara seorang muslim dan lainya. Shalat harus dikerjakan dengan khusyu karena shalat adalah mi’rajnya seorang muslim.

Shalat khusyu memiliki keutamaan yang banyak antara lain bisa mengahpus dosa. Rasulullah saw bersabda:

مَا مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا إِلَّا كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ

Tidaklah seorang muslim mendapati shalat wajib, kemudian dia menyempurnakan wudhu`, khusyu’ dan ruku’nya, kecuali akan menjadi penghapus bagi dosa-dosanya yang telah lalu, selama tidak melakukan dosa besar; dan ini untuk sepanjang masa. (HR Muslim)

Orang yang shalat harus khusyu matanya,telinganya,otaknya ,kakinya ,tulangnya dan otot-ototnya. Orang yang tidak khusyu shalatnya, seperti hatinya disibukkan dengan menghina orang lain,dia tidak mendapatkan keutamaan khusyu’.

Apakah tidak khusyu’annya berdampak pada hilangnya keberkahan pekerjaan  dan timbulnya kemadharatan-kemadharatan lainya? Shalat dan pekerjaan adalah dua hal yang berbeda,tapi shalat bisa mempengaruhi perilaku seseorang,shalat yang baik akan memberi dampak pada baiknya pekerjaan dan perilaku seseorang. Jika perilaku seseorang baik,tentu akan bedampak pada hasil pekerjaan yang baik, dan ketika hasil perkerjaannya baik maka dia akan dicintai Allah dan dicintai sesamanya. Jika Allah mencintai hambaNya,maka hamba itu akan diterima dan dicintai sesamanya.Rasulullah saw bersabda:

 


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي جِبْرِيلُ فِي السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ وَيُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي أَهْلِ الْأَرْضِ (رواه البخاري)


Dari Abu Hurairah ra berkata, "Bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala jika mencintai seseorang, maka Allah akan memanggil Jibril, '(wahai Jibril) Sesungguhnya Allah mencintai fulan maka cintailah dia, sehingga Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril memanggil seluruh penghuni langit seraya berseru, 'Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah dia, maka penghuni langit pun mencintainya, sehingga orang tersebut diterima oleh penduduk bumi." (HR. Al-Bukhari)

Demikian yang bisa disampaikan. Wallahu alam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc