Harus Tiga Kali

Al-Qur'an, 7 Mei 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum,saya seorang siswi kelas 10 SMA, alhamdullilah semenjak awal tahun saya jadi lebih sering membaca alquran bahkan setiap hari saya selalu membaca al quran,tapi ada satu yang membuat saya ternggu yaitu membaca bismillah berulang ulang kali bisa sampai 6 kali setelah membaca bismillah sebanyak 6 kali aku baru auzubillah,dan aku bukan membaca al quran saja aku juga membaca buku paduan seperti baca aan wudhu dan lain².aku akhir² terlalu banyak pikiran hanya karna ini selalu harus 3 kali dulu kalo tidak sampai tiga aku bisa mengulang bahkan wudhu aku merasa blm sempurna bisa aku ulang sampai 5 kali.aku merasa berdosa karena sudah membuang buang air.tapi di dalam pikiran ku selalu ada bilang.."ulang kalo tidak ulang sholat nya tidak sah"..tapi aku selalu menggulang sampai 5 kali  karena merasa tidak puas dengan wudhu ku..begitu juga doa masuk ke kamar mandi harus sampai 3 kali  dulu.

 

Ya Allah aku ini kenapa yaa,apa ini bisikan malaikat dari mu atau syetan..tapi tidak mungkin syetan..masa syetan menyuruh ku wudhu..jadi apa aku selama ini mempunyai penyakit was was?aku juga pernah mencium al quran sampai 1 jam lama nya karena ada pikiran yang muncul setiap sesudah membaca al quran aku selalu mencium al quran setiap.jadi kira kira aku harus bagaimna untuk menghilangkan rasa pikiran ku ini padahal aku merasa ini baik.aku merasa berdosa juga kalo seperti ini.



-- Gwen Alexandra (Jakarta)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Apa yang anda lakukan berupa mengulang-ulang basmalah, berwudlu dan sebagainya terjadi karena was-was. Was-was terjadi karena merasa tidak sah, tidak sempurna dan perasaan buruk lainya. Semua itu bersumber pada perasaan bukan pada ilmu. Karena itu untuk menghilangkan perasaan was-was adalah dengan berpegang pada kebenaran ilmu bukan kepada perasaan. Abaikan perasaan anda dan lawanlah jika tidak sesuai dengan ilmu. Sebagai contoh. Menurut ilmu, membaca basmalah itu cukup sekali, tapi perasaan mengatakan belum cukup. Menurut ilmu, membasuh anggota tubuh saat berwudlu sudah cukup sampai basah, maksimal tiga kali basuhan, tapi perasaan mengatakan belum cukup, merasa belum sempurna. Dalam kondisi seperti itu maka abaikan perasaan dan yakinlah dengan kebenaran ilmu. Bisa jadi awalnya berat dan susah, tapi abaikan rasa itu, maka nanti akan biasa.

Dalam melakukan sesuatu harus berdasarkan keyakinan. Keyakinan itu dasarnya adalah ilmu. Was-was itu dasarnya adalah perasaan ragu. Kita harus meninggalkan yang meragukan dan menjalankan yang diyakini berdasarkan ilmu. Rasulullah saw bersabda:


عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الحَسَنِ بنِ عَلِيّ بنِ أبِي طالبٍ سِبْطِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: حَفِظْتَ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ)

Bersumber dari Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Abi Thali –cucu Rasulullah dan bunga wangi (kesayangan) beliau– semoga Allah senantiasa meridai mereka. Ia berkata, “Aku hafal dari Rasulullah SAW (perkataan), “Tinggalkan yang meragukanmu menuju pada yang tidak meragukanmu.” (HR. Tirmidzi & Nasa’i)

Oleh karena itu kami menyarankan untuk menghilangkan was-was itu dengan berpegang kepada kebenaran ilmu dan abaikan perasaan yang selalu was dan ragu-ragu. Jika ada keraguan,pelajari ilmunya kemudian ikuti ilmu itu dan abaikan perasaan anda. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc