Assalamu'alaikum...
Saya dan suami sudah menikah hampir 9 tahun, dan dikaruniai 3 anak.
Beberapa bulan setelah menikah, saya memutuskan resign dari perusahaan dan usaha jualan online dari rumah. Sementara suami tetap bekerja di salah satu perusahaan asing, hingga terakhir sekitar setahun yang lalu suami resign.
Awalnya kondisi ekonomi kami masih baik-baik saja, usaha yang saya geluti masih cukup untuk biaya hidup + bayar cicilan rumah. Tapi semakin ke sini, usaha saya semakin kesulitan untuk mendapatkan penjualan, alias semakin sepi. Saya mulai kesulitan membayar cicilan rumah, hingga harus terpaksa nunggak 2 bulan. Saya sempat menyerah dan bilang suami untuk menjual rumah saja, toh rumah tersebut juga belum kami tempati. Tapi sekali lagi bukan perkara yang mudah untuk menjual rumah saat kondisi seperti sekarang.
Saya meminta suami untuk kembali bekerja, karena memang saya sudah merasa agak berat untuk menjalankan usaha saya saat ini. Bukan apa-apa suami saya juga berpendidikan tinggi (S2), dan sudah berpengalaman cukup lama juga bekerja. Jadi saat dia bekerja, gajinya sudah pasti bisa untuk mengcover kebutuhan kami sehari-hari, termasuk membayar cicilan rumah. Namun, nyatanya suami selalu enggan untuk kembali bekerja. Dia lebih suka mengambil alih usaha saya, yang saat ini kami harus bekerja ekstra untuk sekedar mendapatkan penjualan.
Jujur, saya capek menghadapi sikap suami, yang seolah-olah menutup mata dengan kondisi keuangan kami. Saat saya memintanya untuk kembali bekerja, sering dia jawab " aku mau jadi bos gak mau lagi jadi anak buah." Saya capek secara fisik dan psikologis. Sebenarrnya saya sendiri juga lulusan S2, dan sempat bekerja di perusahaan besar juga. Terbersit biar saya saja yang kembali bekerja tapi saat ini anak-anakk masih kecil, dan gak biasa jauh dari saya. Kalau saya bekerja dan sesuai skill, pasti harus keluar kota.
Jadi apa yang harus saya lakukan? Bertahan dengan kondisi seperti sekarang yang terasa sulit, atau haruskah saya yang kembali bekerja?
Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
Keputusan anda untuk resign setelah anda menikah dan focus di rumah sambil membantu suami dengan bekerja online adalah keputusan yang tepat. Sehingga anda bisa menunaikan tugas utama seorang istri yaitu mengelola rumah orang suami dan mengasuh anak-anak. Sementara suami bekerja di luar rumah sebagai bentuk tanggung jawab dia sebagai suami dan ayah yang bertugas memubi nafkah keluarga. Suami adalah penganggung jawab keluarga dan kepala keluarga. Pembagian peran dan tugas dalam struktur keluarga anda sudah sesuai dengan struktur keluarga yang diajarkan oleh rasulullah saw dalam sabdanya:
ÙƒÙلّÙÙƒÙمْ رَاع٠ÙَمَسْئÙولٌ عَنْ رَعÙيَّتÙÙ‡ÙØŒ ÙَالأَمÙير٠الَّذÙÙŠ عَلَى النَّاس٠رَاع٠وَهÙÙˆÙŽ مَسْئÙولٌ عَنْهÙمْ، وَالرَّجÙل٠رَاع٠عَلَى أَهْل٠بَيْتÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ مَسْئÙولٌ عَنْهÙمْ، وَالمَرْأَة٠رَاعÙيَةٌ عَلَى بَيْت٠بَعْلÙهَا وَوَلَدÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙ‡ÙÙŠÙŽ مَسْئÙولَةٌ عَنْهÙمْ، وَالعَبْد٠رَاع٠عَلَى Ù…ÙŽØ§Ù„Ù Ø³ÙŽÙŠÙ‘ÙØ¯ÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ مَسْئÙولٌ Ø¹ÙŽÙ†Ù’Ù‡ÙØŒ أَلاَ ÙÙŽÙƒÙلّÙÙƒÙمْ رَاع٠وَكÙلّÙÙƒÙمْ مَسْئÙولٌ عَنْ رَعÙيَّتÙÙ‡Ù
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah, bahwa setiap kalian adalah pemimipin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas siapa yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan anda resign dari pekerjaan di luar dan membangun usaha dari rumah,serta suami anda tetap bekerja di perusahaan,maka kebutuhan keluarga anda dapat terpenuhi bahkan berlebih. Tapi masalah ekonomi keluarga anda baru mencul setelah suami anda resign dari tempatnya bekerja dan ingin membangun usaha seperti yang telah anda jalankan,karena dia tidak lagi mau menjadi anak buah dan ingin menjadi bos.
Keinginan suami untuk menjadi bos dan membangun usaha sendiri tentu baik. tapi dampak dari keputusan itu baru dirasakan sekarang. Ketika omset usaha online turun sehingga tidak bisa mencover kebutuhan keluarga dan cicilan rumah. Sekarang yang menjadi PR adalah bagaimana memenuhi kebutuhan keluarga? Pilihannya dua. Pertama suami anda bekerja dan kedua tetap dengan menjalankan usaha online itu dan membesarkannya.
Solusi pertama itu adalah solusi yang anda tawarkan kepadanya yaitu dia kembali bekerja, tapi ditolak dengan alasan ingin membangun usaha dan menjadi bos,tak mau menjadi karyawan.
Kondisi ekonomi keluarga anda sekarang, belum membuatnya merasa darurat dan genting sehingga dia santai menghadapinya,sementara anda telah menggangapnya darurat karena sudah pada taraf menunggak cicilan rumah .
Yang menjadi PR adalah bagaimana agar suami anda bangkit punya greget dan tanggung jawab mencukupi kebutuhan keluarga yang sudah semakin turun tak terkendali.
Ada beberapa saran yang bisa dicoba:
Itulah beberapa poin yang bisa disampaikan semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)