Istri Kurang Bersyukur

Pernikahan & Keluarga, 4 Agustus 2021

Pertanyaan:

Assalamualikum warahmatullahiwabarokatuh.

izinkan sy 31th untuk menyampaikan keluhan saya yang akhir2 ini mengganggu psikis saya pribadi maupun istri 31 th

kami sudah 4tahun tinggal di luar negeri, memiliki 1 org putera 3 th.

menurut pandangan pribadi sya ada 3 hal yang ingin sy sampaikan terkait masalah rumah tangga kami,

1. Istri tidak bersyukur atas rizki Allah. 

Dalam artian, sya berkerja diluar negeri atas izin Allah sebagai pelatih. dari segi materi Alhamdulillah kami berkecukupan namun istri selalu khawatir akan masa depan kami nanti ketika sy sudah tidak dibutuhkan lagi di tempat saya berkerja karena, latar belakang pendidikan saya yang hanya lulusan SMA. 

Alhamdulillah dari sebelum menikah sy pun sudah memiliki rumah yg layak dari keringat sy sendiri namun istri pun menyinggung karena lokasi rumah tersebut tidak sesuai dengan selera istri karena agak berjarak 3km dengan rumah ortu sy sehingga, istri pun pernah meminta sya untuk menjual rumah tersebut dan istri pun tidak akan mau menempati rumah tersebut apabila rumah tersebut tidak dijual. mungkin strata ekonomi kami agak berbeda menurut pandangan sy, dengan ekonomi keluarga istri yang lebih di atas jadi istri bisa berpendapat seperti itu. 

jujur saya sangat kecewa atas perkataan istri akan hal ini.

2. Perselisihan antara istri dan ibu

Hal ini merupakan dilema yang paling berat untuk sy hadapi karena, dua wanita yang sy hormati mempunyai pandangan yang sangat bertolak belakang. bnyak terjadi perselisihan antara mereka yang awal nya sy hnya mendengar dari lisan mereka masing2.

sampai akhirnya bulan lalu kami kembali ke jakarta untuk berlibur dan saya bermakdsud juga untuk mencari waktu agar bisa duduk santai membicarakan persoalan yg terjadi selama ini dengan mereka berdua. karena sy sebagai penengah merasa tidak bisa menampung keluhan mereka yang saling mengadu domba sehingga sy pun mengalami depresi. tetapi tetap sy berdiri di posisi netral.

sampai akhirnya sy meminta mereka untuk menyampaikan unek2 yang ada selama ini dan pada inti nya ibu sya menyetujui upaya perbaikan hubungan tersebut.

namun tidak untuk istri sy karena, disini sya melihat istri sy tidak seperti menghormati ibu sy karena berbicara dengan nada yang agak tinggi dan terlihat seperti merendahkan harga diri ibu sy. dgn mata kepala sndiri sy melihat yang selama ini sy tidak percaya dengan apa yang ibu sy katakan.

3. Tidak hormat kepada suami

menurut pandangan saya pribadi, memang rumah tangga selalu ada perselisihan namun disini saya mencoba untuk mencoba membuat suasana dirumah senyaman mungkin. memang agak sulit untuk mengimplementasikan nya setelah sy pulang kerja. namun kadang penerimaan istri saat sy tiba dirumah pun tidak berkenan sehingga pertengkaran pun terjadi. 

banyak perselisihan yang terjadi yang pada akhirnya beberapa kali dari pihak istri pun mengeluarkan sikap yang tidak berkenan seperti membanting pintu, gelas, dan benda yang ada disekitar nya di depan anak kami. yang membuat sy hnya bisa mengelus dada dan sabar pun, sy mencoba untuk intropeksi diri setelahnya. 

ada satu hal lagi yang mengganggu sy sebagai pekerja yang dimana sy agak sering di tugaskan keluar negeri. namun karena istri tinggal sendiri di rumah jadi sy pun bisa mengerti keadaan nya. namun istri sering berkata "buat apa sy disini karena sy hnya seperti pembantu dan tukang masak mu saja". di posisi ini sy tidak tahu harus berbuat apa terhadap pekerjaan dan istri sy karena, saya pun tidak mau meninggalkan mereka lebih dari 3 hari namun pekerjaan sy mengharuskan itu.

saya mohon atas izin Allah lewat tulisan ini untuk diberikan pencerahan dari sudut pandang lain. semoga tulisan sy dapat di mengerti dan di pahami.

jujur saya tidak ingin pisah dengan istri (cerai) karena Allah tidak menyukai dan anak saya.

Jazakumullahkairankatsiran

Wassalamualaikum

 



-- Adi (Jakarta)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sebelum menjawab pertanyaan diatas,perlu disampaikan beberapa karakter buruk perempuan/istri yang perlu diketahui, meskipun tidak semua wanita seperti itu:

  1. Istri banyak mengeluh dan selalu merasa kurang.

Selesai shalat Kusuf (shalat Gerhana), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Susah dinasehati dan tidak bisa dirubah dengan satu cara.

إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ, لَنْ تَسْتَقِيْمَ لَكَ عَلَى طَرِيْقَةٍ, فَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اِسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيْهَا عِوَجٌ, وَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا وَكَسْرُهَا طَلاَقُهَا

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus untukmu di atas satu jalan/cara. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bisa bernikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan memecahkannya. Dan pecahnya adalah talaknya.” (HR. Muslim)

Dan sabda beliau saw.:

اسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا، فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ … -وَفِي رِوَايَةٍ- الْمَرْأَةُ كَالضِّلَعِ

“Berwasiatlah kalian dengan kebaikan kepada para wanita (para istri), karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk…” Dalam satu riwayat: “Wanita itu seperti tulang rusuk….” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  1. Musuh bagi suami. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ

Hai orang-orang mu’min, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.” (QS. At-Taghabun: 14).

Jika anda mengeluhkan istri anda, sesungguhnya apa yang dilakukannya itu suatu kewajaran sebagai wanitan dan istri, meskipun yang wajar bukan bukan berarti benar dan bisa ditoleransi. Wajar karena begitulah wanita, tidak benar karena hal itu dilarang agama.

Untuk mengatasi dan mengubah perilaku buruk itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan,antara lain:

  1. Sabar menerima keadaan istri adalah akan meringankan beban jiwa anda. Jika anda tahu memang begitulah karakter istri anda, maka akan merima dia apa adanya, sehingga anda tidak tergesa-gesa ingin melihat perubahan istri anda. Sabar dapat menjadi penolong mengatasi masalah anda: allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar (QS. Al Baqarah:153)

 

  1. Lemah lembut tapi tegas. Lemah lembut dalam memberikan arahan dan nasehat, tetapi tetap tegas dalam sikap dan prinsip. Sampaikan kepada istri anda apa yang boleh dan tidak boleh, sampaikan apa yang anda inginkan dan apa yang tidak anda inginkan dengan cara yang lembut. Tapi anda harus bersikap tegas dan kukuh dengan prinsip ketika istri tidak melakukan sesuatu yang anda inginkan dan justru melanggar apa yang anda tidak inginkan. Jangan biarkan terus menerus dalam kesalahan. Karena wanita tercipta dari tulang rusuk, jika dia dibiarkan maka akan tetap bengkok, tapi kalau diluruskan dengan keras dan kasar maka dia akan rusak dan patah, patahnya adalah perceraian.
  2. Jangan tampak lemah dihadapan istri. Anda adalah pemimpin,anda adalah kepala keluarga. Jika anda tampak lemah dan tidak kuat serta tegas, tapi malah suka mengalah maka anda akan dilecehkan.

Latar belakang keluarga anda tidak boleh jadi alasan anda mengalah dan kalah. Dia sekarang berada dibawah tanggung jawab anda. Dia harus faham bahwa sekarang hidup dengan suami dan tidak hidup dengan orang tuanya.

  1. Ajaklah istri anda untuk melihat orang lain yang berada lebih kekurangan daripada dia. Karena hal itu lebih mudah untuk bisa bersyukur dan menerima apa yang ada. Keinginan orang itu tidak ada batasnya. Batasnya hanya kematian. Rasulullah bersabda:

انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم ، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Doa adalah senjata seorang mukmin. Dengan berdoa kepada Allah dan mengadukan kepadaNya, Allah akan mengabulkan hajat dan keinginan anda, Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina“. (QS. Ghafir: 60)

  1. Pertahankan sikap baik dan hormat kepada ibu anda dan sayang kepada istri anda. Anda adalah anak laki-laki yang tetap wajib taat dan hormat kepada ibu. Keridhoan Allah tergantung ridho orang tua. Rasulullah bersabda:

رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ

 “Ridha Allah ada pada ridha kedua orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua”(HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim).

Sementara pada sisi yang lain, anda juga harus bisa mengajari istri anda untuk hormat dengan ibu anda, ibu anda adalah ibu dia juga. Karena yang muda harus hormat kepada yang tua.

Demikian yang bisa disampaikan semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc