Tentang Sifat Karakter Orang Soleh

Akhlaq, 6 Oktober 2021

Pertanyaan:

Assalamu alaikum wr wb . mau tanya ustad tentang kesabaran, dan keikhlasan  para orang orang soleh yg dimiliki mereka di dalam perasaan mereka dan fikiran mereka di saat mereka di fitnah , di hina , di cela , di maki , di rendahkan . dll .  mengapa mereka ko, bisa seperti itu , ko, bisa tenang , ko, bisa sabar , ko, bisa tidak , baper , atau sakit hati , dan kepikiran sehingga mengganggu aktifitas mereka , sepertinya ko, ajaib sekali , apakah perasaan hati , dan fikiran , yg seperti itu di jaman sekarang , hanyalah tinggal kisah kisahnya saja , ataukah seseorang bisakah meniru mereka , dengan memiliki hati yg sabar , ikhlas ,  tenang , dan fikiran yg tidak baper seperti  mereka , apakah mereka juga berproses untuk mendapatkan kondisi batin yg seperti itu , ataukah itu semata mata murni pertolongan alloh, yg tanpa usaha sehingga mereka tidak perlu berperang melawan sifat sifat manusiawi mereka , seperti perasaan sakit hati, tersinggung,   harga diri ,  dan lain lainnya , dan apakah orang orang soleh itu tidak memiliki sifat sifat yg mengarah kepada kecendrungan negatif ataukah semua manusia memilki sifat yg mengarah kepada kecendrungan negatif tanpa terkecuali 



-- Ali Mukti (Surabaya)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sabar artinya menahan diri, menahan diri untuk selalu dalam ketaatan kepada Allah, baik taat dalam menjalani perintahnya maupun taat dalam menjauhi larangannya.

Adapun ikhlas artinya memurnikan tujuan hanya untuk Allah semata, beramal tanpa pamrih, hanya untuk Allah swt.

Bersabar dan ikhlas tidak timbul dengan sendirinya tapi keduanya harus diusahakan dan diperjuangkan.Tanpa usaha dan kesungguhan tidak mungkin terwujud sikap sabar dan ikhlas.

Berikut beberapa usaha yang bisa dilakukan agar bisa bersabar:

  1. Iman dengan hari pembalasan. Ketika seseorang meyakini bahwa apapun yang yang terjadi pasti akan dibalas oleh Allah, maka dia akan mensikapi apa yang menimpa kepadanya dengan sabar. Kebaikan akan dibalas berupa kebaikan dan keburukan akan dibalas keburukan sekecil apapun itu. Allah berfirman:

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

“(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS. Luqman: 16)

  1. Meyakini bahwa sabar adalah jalan kemenangan dan kebahagiaan. Tidak ada suatu perjuangan yang tidak dihadapkan kepada tantangan. Jika tantangan bisa dilampaui maka akan diraih kemenangan. Pepatah arab mengatakan:”barang siapa bersabar maka dia akan menang dan beruntung”.

Adapun ikhlas bisa diraih dengan beberapa hal antara lain:

  1. Takut akan amalnya tidak diterima karena tidak ikhlas. Amal diterima Allah dengan dua syarat yaitu ikhlas dan mutabaah atau mengikuti tatacara yang dicontohkan Rasulullah saw.
  2. Merasakan keberadaan Allah dimanapun dan kapanpun. Jika perasaan itu selalu hadir maka dia akan selalu ikhlas dalam beramal,karena yang diharapkan hanyalah Allah semata bukan yang lainNya.

Orang sholeh sama seperti orang pada umumnya, dia memiliki sesuatu yang dimiliki orang pada umumnya yaitu nafsu, karena nafsu selalu mendorong kepada keburukan, maka orang shaleh juga memiliki kecenderungan untuk berbuat begatif, hanya saja mereka mampu menahan keinginan itu sehingga keinginan itu tidak dilakukan.

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Yusuf: 53)

Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc