Selalu Buang Angin Dalam Shalat

Sholat, 14 Januari 2022

Pertanyaan:

Bismillaah. Afwan izin bertanya, sudah 3 tahun ini saya mengalami selalu buang angin dalam shalat. Angin yang keluar tidak berbau dan tidak bunyi, tetapi selalu keluar saat shalat dan tidak bisa ditahan. Saya seringkali mengulang wudhu dan shalat saya 2 kali hingga lebih. Tetapi bila saya yakin untuk tidak harus mengulangnya (karena yakin angin yang keluar akan sulit berhenti) saya tidak mengulang shalat saya meskipun angin tersebut keluar. Hal yang saya alami selama ini membuat hidup saya gelisah. Bagaimana solusinya? Dan bagaimanakah shalat saya? Jazaakumullaah khayran 🙏🏻



-- Riani (Bandung)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Seseorang yang dalam shalatnya merasa ada sesuatu yang keluar dari bagian belakangnya, apakah benar ia sudah kentut ataukah belum. Padahal perasaannya baru mungkin, hanya was-was atau belum yakin, maka ia tidak harus membatalkan sholatnya tetapi meneruskannya dengan keyakinannya dan dengan membuang keragu raguannya

Ada hadits yang menjadi landasan hal tersebut, di mana hadits ini dibawakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani saat membahas pembatal wudhu dalam kitab beliau Bulughul Marom (hadits no. 71),

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ فِي بَطْنِهِ شَيْئًا, فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ: أَخَرَجَ مِنْهُ شَيْءٌ, أَمْ لَا? فَلَا يَخْرُجَنَّ مِنْ اَلْمَسْجِدِ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا, أَوْ يَجِدَ رِيحًا – أَخْرَجَهُ مُسْلِم

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian mendapati ada terasa sesuatu di perutnya, lalu ia ragu-ragu apakah keluar sesuatu ataukah tidak, maka janganlah ia keluar dari masjid hingga ia mendengar suara atau mendapati bau.” (HR. Muslim).

Dalam shahih Bukhari-Muslim disebutkan hadits dari ‘Abdullah bin Zaid radhiyallahu anhu bahwasanya ia pernah mengadukan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai seseorang yang biasa merasakan sesuatu dalam shalatnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,

لاَ يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

Janganlah berpaling hingga ia mendengar suara atau mendapati bau.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pelajaran pertama yang bisa kita simpulkan dari hadfits tersebut bahwa orang yang dalam keadaan suci, jika kemudian ia ragu apakah ia batal ataukah tidak dan itu masih dalam taraf ragu-ragu, maka ia tidak diharuskan untuk wudhu. Yang dalam keadaan ragu-ragu seperti ini tetap shalat hingga dia yakin batal, bisa jadi dengan mendengar suara kentut atau mencium baunya.

Hadits di atas juga menunjukkan bahwa setiap muslim mesti menghilangkan was-was pada dirinya. Jangan ia perhatikan was-was tersebut karena hal itu hanya mempersulit diri karena terus menuruti was-was.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA