Tentang Iqamah

Sholat, 27 Januari 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum,

Bapak Ustadz yang dirahmati Allah, saya ingin bertanya tentang iqamah, dimasjid lingkungan tempat saya tinggal ada jamaah yang mengumandangkan iqamah dengan menambahkan wa sebelum asyhaduanna muhammadar rasuulullah menjadi wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah seperti kalimat syahadat, dimana peristiwa itu menyebabkan perselisihan antar jamaah yang memakai wa dengan yang tidak setuju memakai wa, yang menjadi pertanyaan apakah boleh menambahkan wa dalam iqamah ataukah memang tidak boleh sama sekali? Mohon penjelasannya Pak Ustadz.

Terima kasih

 

 



-- Asep Munandar (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Lafadz lafadz Adzan dan Iqomah itu bukanlah ayat ayat Al Qur'an yang lafadz dan maknanya adalah firmah Allah, yang haram untuk dirubah atau ditambahi, tetapi lafadz lafadz Adzan dan Iqomah itu adalah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalaam yang tidak mutlak haram untuk ditambahi, selama tambahan tersebut tidak merusak maknanya

Dan "WA" yang merupakan huruf 'athf yang berarti "dan", ketika ditambahkan dalam iqomah sebagaimana anda sebutkan, sama sekali tidak merubah makna iqomah, yang karenanya tetap sah dan mestinya tidak perlu untuk diperselisihkan, meskipun tentunya akan lebih baik untuk tidak ditambahkan

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA