Cara Menghilangkan Sifat Dengki

Akhlaq, 9 Maret 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum..

Ustadz, saya punya adik ipar yg baru menikah dan keluarga adik ipar ini banyak mendapatkan bantuan dari ibu mertua berupa rumah, kendaraan dan perabotan serta biaya belanja rumah tangga,, sebenernya saya cemburu dengan itu semua karena ke keluarga kami ibu mertua tidak ada membantu sebanyak itu, jadi bagaimana cara menghilangkan akhlak tidak terpuji dari hati saya ini karena kedengkian saya kepada keluarga baru adik ipar tersebut, saya tau perasaan dengki ini cukup mengganggu saya, karena saya takut semua amalan ibadah saya habis dan tidak di ridhoi Allah karena Akhlak buruk saya ini, mohon pencerahannya ustadz untuk kadi pribadi yang lebih baik...



-- Lia (Medan)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Semua orang memiliki perasaan cemburu dan iri dengan kebaikan yang dimiliki orang lain atau hasad. Akan tetapi sikap setiap orang berbeda-beda dalam menyikapinya. Sikap inilah yang menjadikannya mulia atau hina.

  1. Ada orang yang mensikapinya dengan keinginan menghilangkan nikmat yang ada pada orang lain itu dan berpindah nikmat itu kepadanya. ini tercela dan terlarang.
  2. Ada yang mensikapinya dengan keinginan meraih yang sama dengan yang ada pada orang lain tanpa menginginkan nikmat itu hilang dari orang, maka sikap ini diperbolehkan.
  3. Ada orang yang mensikapinya dengan berusaha menghilangkan rasa benci dan iri itu dan menggantinya dengan rasa cinta seperti dia mencintai dirinya sendiri. Inilah sikap terbaik, karena itu bukti iman.

Ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa hasad itu.antara lain:

  1. Yakinilah bahwa setiap orang telah ditentukan kadar rizkinya masing-masing. Allah swt berfirman:

لَهٗ مَقَالِيْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ ۗاِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Milik-Nyalah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Assyura:12)

Allah membagi rizki kepada hambanya tidak sama. Ada yang banyak dan ada yang sedikit. Sesuai dengan kacamata kebaikan yang Allah takar pada setiap orang. Ada orang yang diberi sedikit, karena itulah yang terbaik untuknya. Dan ada yang diberi banyak, karena itu yang terbaik untuknya. Semua ketetapan Allah adalah yang terbaik di dunia dan akhirat.

  1. Pemberi rizki adalah Allah swt bukan manusia. Manusia hanya sebagai perantara saja. Sehingga tidak layak memuji atau membenci orang yang menjadi perantara Allah. Orang tua kita, boss kita, mitra kerja kita dan alam disekitar kita hanyalah perantara yang Allah pilih untuk memberi rizkinya kepada kita. Karena itu tidak perlu berlebihan dan berterimaksih kepada perantara itu dan tidak berlebihan dalam membenci kepada perantara itu. Karena sesungguhnya sang pemberi rizki zebenarnya hanyalah Allah swt.

3. Syukurlah dengan apa yang ada. Nikmat yang disyukuri akan membawa kenikmatan, nikmat yang dikufuri akan membawa kesengsaraan. Allah berfirman:


وَاِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕنۡ شَكَرۡتُمۡ لَاَزِيۡدَنَّـكُمۡ‌ وَلَٮِٕنۡ كَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِىۡ لَشَدِيۡدٌ‏

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."(QS. Ibrahim:7)

Agar kita mudah bersyukur, hendaknya kita dalam urusan dunia melihat orang yang lebih bawah dibandingkan kita. Rasulullah saw bersabda:

انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم ، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم

Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Ukurlah kemuliaan seseorang dengan takwanya dan kemuliaan akhirat. Kejarlah takwa dan akhirat yang menjadi kenikmatan abadi. Apa yang ada di dunia ini fana dan apa yang diakhirat adalah kekal selamanya.

Itulah beberapa cara yang bisa dicoba dilakukan untuk mengurangi rasa cemburu dan iri hati. Wallahu a’lam bishowab (as)



-- Amin Syukroni, Lc