Ibu Dan Keluarga Suami

Pernikahan & Keluarga, 28 April 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum, Ustadz.. semoga selalu diberikan kesehatan.. Aamiin.. ustadz, saya mau tanya, 

suami saya memiliki 3 saudara laki2, dan 2 saudara perempuan, ayahnya sudah lama telah tiada sejak suami saya SMA. dari ketiga Saudara2 laki2 dikeluarga nya, hanya suami saya yang berbakti kepada ibu nya khusus nya dalam memenuhi kebutuhan kehidupan keluarga nya, 2 saudara laki2 nya yg lain hanya sekedar membantu dalam nafkah, sampai2 suami saya waktu perjaka membantu membiayai pernikahan abangnya, padahal mereka pukul rata kerja sebagai pegangan swasta, penghasilan pun sama. Sampai saat ini suami saya menikah dengan saya n sudah mau memiliki 2 anak tetap saja suami saya yg memenuhi kebutuhan keluarga besarnya, dirumah nya yang sudah menikah hanya suami saya dan Abang nya, yang lain masih belum nikah.. padahal kebutuhan rumah tangga kecil kami sangat pas2an bahkan sering dibantu ibu saya Karna saya menumpang seatap sama ibu saya, karna belum mampu mengontrak. Sampai klimaksnya ibu nya sering sekali meminta suami saya berhutang untuk keinginan2n ibu nya suami saya walaupun akhirnya aku mengasihi suami saya agar jangan menuruti kalau yg berhubungan dengan hutang.. banyak sekali permintaan ibu nya ke suami saya, sampai hak warisan yg seharusnya untuk suami saya diminta ibu nya buat renovasi rumah ibu nya, sedangkan Saudara laki2 nya yg lain tidak diminta, akhiratnya suami saya ikhlas memberikannya ke ibunya. dan sedihnya lagi ibunya tidak mengajarkan d UG suami saya terus terang, mertua saya minta ini itu diam2 di WA, kalau tidak saya lihat di WA, saya pun tidak tau perihal permintaan nya yg banyak.. Mohon bantuannya, keluarga suami saya selalu meminta pertolongan kepada suami saya, tapi sedih nya lagi, saya seperti tidak di anggap, karna selalu sembunyi meminta nya dan setiap ada acara atau permasalahan keluarga mereka, saya tidak diberitahukan atau di undang.. apa yg harus saya lakukan..saya pusing melihat keluarga suami saya, terutama mertua saya yang terlalu banyak meminta apa2 padahal kami disini pun serba pas2an.. terima kasih



-- Sari (Jakarta Timur)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Ketika seorang laki-laki menikah maka dia memiliki kewajiban menafkahi istri dan anak-anaknya, dan tetap memiliki kewajiban berbakti kepada orang tuanya dan memenuhi nafkahnya jika orang tuanya tidak mampu. Hal ini berbeda dengan wanita. Jika dia menikah maka kewajibannya hanya kepada suaminya.

Anak laki-laki tetap berkewajiban menafkahi dan berbakti kepada orang tuanya. Kewajiban itu harus dijalankan oleh semua anak-anaknya. Dan orang tua tidak boleh membebani anaknya melebihi kemampuannya. Anak harus memenuhi kebutuhan pokoknya saja, bukan segala keinginannya. Kebutuhan pokok itu meliputi sandang, pangan dan papan. Adapun keinginan yang bukan kebutuhan pokok, maka diberikan jika ada keleluasaan rizki melebihi kebutuhan keluarganya. Sehingga tidak terjadi kedhaliman kepada istri dan anaknya, dan kepada orang tuanya.

Untuk memenuhi kebutuhan ibu suami anda yang sudah ditinggal wafat suaminya. Anak-anaknyalah yang harus memenuhinya. Dan itu harus ditanggung bersama-sama oleh semua anaknya. Ringan sama-sama dijinjing dan berat sama-sama dipikul.

Agar semua anak-anaknya terlibat, sebaiknya suami anda mereka melakukan musyawarah untuk membagi beban secara merata. Sehingga beban membantu ibu mertua anda tidak hanya ditanggung salah satu orang saja, yaitu suami anda.

Musyawarah menjadi penting untuk memberikan informasi yang utuh kepada semua anaknya mertua anda. Sehingga mereka memiliki rasa tanggung jawab sama juga. Bisa jadi mereka tidak membantu ibunya bukan karena tidak peduli, tapi bisa jadi karena mereka tidak mengetahui apa yang menajadi kebutuhan orang ibuya. Bisa jadi ibu hanya merasa dekat dengan suami anda,salah satu anaknya, sehingga dia hanya menyampaikan kebuhan dan keinginanya hanya kepadanya. Maka dia harus menyampaikan kepada saudaranya yang lain agar semua tahu apa yang dibutuhkannya.

Sebaiknya suami anda menyampaikan apa yang mejadi permintaan ibunya kepada saudaranya yang lain agar tidak menjadi beban dirinya saja. Dan anda sebagai istrinya juga perlu menyapaikan pendapat dan pandangan anda,agar suami anda  mengerti apa yang anda butuhkan,sehingga dia bisa bersikap adil kepada semuanya dan anda tidak merasa menjadi korban ketidak pedulian suami anda karena dia lebih mementingkan melayani kebutuhan ibunya. Wallahu a’lam bishowab. (as)

 



-- Amin Syukroni, Lc