Toxic Relationship

Akhlaq, 30 April 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum pak uztad. Doa apakah yang ampuh menghilangkan trauma dan menyadarkan mantan saya?

Saya terjerumus ke dalam dosa besar zina hingga saya harus mengorbankan kandung kemih saya yg terinfeksi karena terus menerus dipaksa berhubungan. Pacar saya sudah meninggalkan saya, bahkan enggan membahas masa lalu. Dia juga selalu menyebut dia punya kebenaran karena hubungan kami dilakukan atas dasar mau sama mau. Dan menyebut bahwa semua salah saya. Dia enggan bertanggung jawab dsb. Sementara dulu dia pernah berjanji tidak akan meninggalkan saya. Dalam hubungan tersebut juga banyak pelecehan fisik, dan verbal yang saya terima. Namun, saat ini saya trauma sendirian..berjuang melawan semuanya sendirian. Saya bertobat kepada Allah, namun hati ini banyak yg mengganjal yg ingin saya keluarkan. Saya mohon jalan keluarnya pak uztad



-- Siti Aminah (Padang)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Nasi telah menjadi bubur, semua telah terjadi. Hanya penyesalan yang dirasa. Perzinaan telah dilakukan, dosa menghantui tiada henti. Itulah yang terjadi. Mensikapi itu semua itu, ada beberapa saran yang bisa kami sampaikan:

Taubat kepada Allah atas segala dosa yang dilakukan. Membesihkan diri dari dosa adalah salah satu cara untuk menghilangkan perasaan berdosa yang berkepanjangan. Ketika seseorang sudah merasa bahwa Allah mengampuni segala dosanya maka dia akan bisa menjalani hidup baru tanpa terpenjara dengan dosa-dosa masa lalunya. Agar taubat bisa diterima Allah, maka harus melakukan taubat nasuha. Cara taubat nasuha:

  1. Menyesali perbuatan salah yang pernah dilakukannya dengan penyesalan yang sungguh-sungguh. Anda harus menyesali perbuatan zina yang pernah anda lakukan. Jangan hiraukan pacar anda yang tidak memperdulikan anda lagi. Anggaplah dia telah tiada, agar anda tidak menimpakan kesalahan pada dirinya. Anggap saja ini kesalahan anda yang harus anda tanggung sendiri resikonya. Mengharap pacar anda peduli kepada anda hanya berkibat pada jauhnya rasa sesal atas perbuatan dosa itu. Karena akan terus berusaha menimpakan kesalahan pada dirinya juga. Biarkan dia menanggung dosa atas kesalahannya dan kedhalimannya. Allah maha pembalas segala dosa.
  2. Melepaskan kesalahan yang pernah dilakukannya seperti melepas pakaian dari badan. Menjauhinya dan tidak mendekatinya kembali. Kubur dalam-dalam kejadian itu. Hapus segala foto dan kenangan pacar anda dan yang terkait dengan segala peristiwa perzinaan itu. Termasuk cara melepaskan diri dari zina adalah dengan menjauhi segala yang merangsang terjadinya perzinaan kembali.
  3. Bertekad dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya kembali. Bisa dengan cara anda berpindah dari lingkungan yang buruk ke lingkungan yang baik atau meninggalkan teman yang buruk dan menggantikannya dengan teman yang baru. Pindahlah ke tempat baru atau kota baru, agar mendapat lingkungan baru dan teman baru. Hal yang baru itu akan menutupi yang lama.
  4. Lakukan istighfar/memohon ampun kepada Allah, sebagai bentuk rasa bersalah atas segala kemaksiatan yang pernah dilakukan. Dan lakukan hamdalah/ucapan Alhamdulillah atas segala nikmat yang masih banyak Allah berikan kepada anda. Sungguh nikmat Allah lebih banyak yang anda nikmati. Jangan focus kepada rasa bersalah yang membuat anda semakin terpuruk. Masih banyak nikmat Allah yang bisa disyukuri. Rasa syukur itu membuat anda tidak terlalu merasa diabaikan Allah swt.
  5. Agar anda tidak terus dihantui trauma dan perasaan mengganjal dalam hati. Cobalah anda berdamai dengan apa yang telah terjadi. Apa yang terjadi tidak bisa dihapus, dia telah menjadi sejarah diri anda. Hari-hari dan peristiwa yang telah berlalu tidak akan bisa dirubah. Berdamai dengan takdir akan meringankan hati dan perasaan. Marah dan mengutuk kejadian dimasa lalu hanya memperdalam luka.

Yakinlah bahwa semua peristiwa masa lalu anda, telah menjadi garis kehidupan yang harus terjadi. Tidak selesai dengan disesali. Yang harus dipikirkan adalah merencanakan dan memikirkan apa yang akan dilakukan dimasa yang akan datang. Ibarat buku, halaman yang sudah terisi perlu ditutup, dan selanjutnya buka halaman baru untuk diisi dengan tulisan baru yang lebih baik.Menyesali masa lalu tiada berguna, merencakan masa depan lebih berarti. Allah memerintahkan orang beriman untuk memikirkan apa yang akan diperbuat dimasa yang akan datang. Usai satu urusan, segera menyibukkan diri dengan yang lain. Dan selanjutnya menggantungkan harapan kepada Allah swt. Allah berfirman:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (QS. Al Insyirah:7)

Demikian yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc