Jika Pernah Melakukan Qadzaf Tapi Tidak Tahu

Lain-lain, 7 Juni 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr.Wb Ustadz... izin bertanya: Dalam islam kan ada larangan qadzaf ( menuduh zina). Tapi bagaimana kalau misalkan kita secara tidak sadar mengeluarkan kata2 yang berhubungan dengan qadzaf tetapi kita belum mengetahui hukum qadzaf / kita lupa atau tidak sadar mengucapkannya karena tidak ada yang mengajarkan atau belum mendapatkan ilmu pengetahuan tentang Qadzaf ini. misalkan hanya sedang bercanda sama teman mengatakan "Eh lu berbuat itu sama si A ya" atau "eh lu berbuat mesum lu" dan kalimat semisal sambil bercanda2 ketawa dengan teman.
 
Atau misalkan seorang teman mengatakan kalau temannya itu (mohon maaf ) "Eh si A kan G*y sama si B" atau "eh orang itukan G*y tau penampilannya aja kayak cewek"  tetapi orangnya ini tidak mengetahui perkataan tersebut karena tidak diucapkan didepan orang tersebut.

soalnya banyak sekali Ustadz sepertinya candaan semacam diatas dan maksudnya hanya sekedar bercanda saja & tidak ada niatan untuk menuduh seseorang berzina

jadi intinya hanya sekedar bercanda dan orang yang dituduhpun tidak marah atau emosi atau mungkin juga mengganggapnya sebagai candaan juga. Atau orang nya tersebut tidak mengetahuinya karena kita misalkan tidak membicarakannya didepan dia atau sama saja seperti misalnya ghibah tanpa sepengetahuannya... 

Mohon penjelasannya Ustadz... Terimakasih sebelumnya

Wassalamualaikum Wr.Wb



-- Fahri (Tangerang Selatan)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabaraktuhu.

Qadzaf artinya melempar atau menuduh orang lain berbuat zina. Disampaikan dengan sungguh-sungguh dan dengan kehendak sendiri. Jika tuduhan itu disampaikan sebagai candaan dan tidak serius dan atau tuduhan itu tidak dia kehendaki,maka tidak masuk dalam kategori qadzaf.

Orang dikatakan melakukan qadzaf jika dia menuduh orang lain sebagai pelaku zina, baik dengan perkataan langsung atau tulisan atau isyarat . Karena itu belum dikatakan melakukan qadzaf jika tuduhan itu baru dalam hati atau main-main. Tuduhan itu misalnya dengan mengatakan:” wahai pezina” atau:” fulan melakukan zina dengan fulanah”.atau kalimat lain yang semakna.

Jika kalimat yang disampaikan bertujuan hanya sekedar bercanda, dan tidak ada niat untuk menuduh berzina, maka tuduhan itu tidak masuk qadzaf. Perilaku seperti itu masuk kategori maksiat dan pelakunya bisa berdosa, karena bisa menyakiti orang lain dan membuat masalah agama sebagai bahan candaan. Dengan menceritakan suatu hal yang isinya dusta atau berbohong, dalam rangka membuat orang lain tertawa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻭَﻳْﻞٌ ﻟِﻠَّﺬِﻯ ﻳُﺤَﺪِّﺙُ ﻓَﻴَﻜْﺬِﺏُ ﻟِﻴُﻀْﺤِﻚَ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ

“Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia .”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻻَ ﺗُﻜْﺜِﺮُ ﺍﻟﻀَّﺤَﻚَ ﻓَﺈِﻥَّ ﻛَﺜْﺮَﺓَ ﺍﻟﻀَّﺤَﻚِ ﺗُﻤِﻴْﺖُ ﺍﻟﻘَﻠْﺐَ

“Janganlah terlalu banyak tertawa karena banyak tertawa bisa mematikan hati.”

Meskipun tidak termasuk qadzaf,sebaiknya dihindari bercanda dalam perkara agama. Allah berfirman:

ﻭَﻟَﺌِﻦ ﺳَﺄَﻟْﺘَﻬُﻢْ ﻟَﻴَﻘُﻮﻟُﻦَّ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻧَﺨُﻮﺽُ ﻭَﻧَﻠْﻌَﺐُ ۚ ﻗُﻞْ ﺃَﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﺴْﺘَﻬْﺰِﺋُﻮﻥَ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﺘَﺬِﺭُﻭﺍ ﻗَﺪْ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢ ﺑَﻌْﺪَ ﺇِﻳﻤَﺎﻧِﻜُﻢْ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. katakanlah: “apakah dengan allah, ayat-ayatnya dan rasulnya kamu selalu berolok-olok?” tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… [At Taubah : 65-66]

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc