Assalamualaikum, ustad. saya mau bertanya. Sebentar lagi saya hendak dilamar oleh seorang pria. Dan kemudian insyaallah akan menikah. Dan setelah menikah, saya akan ditinggal untuk belajar dan bekerja ke luar negeri dalam waktu 3 thn. Karena hendak ditinggal ke luar negeri itulah saya terkadang jdi merasa "saya sanggup tidak ya menjadi istri yang baik, bisa tidak ya menjaga hati selagi ditinggal suami bekerja selama 3 thn itu, dan masih ada keraguan dlm diri sndiri. Solusinya yg terbaik bagaimana ya ustad supaya menghilangkan pikiran-pikiran "sanggup tidak ya sya begini/begitu."?
Dan saya juga takut kalau nanti calon suami saya ketika di luar negeri akan turun keimanannya. Mohon untuk solusi terbaik ustad untuk saya dan calon suami saya
Terimakasih sebelumnya.
Wassalamualaikum
Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
Jika anda telah menetapkan diri untuk menerima lamaran calon suami anda dan setelah itu anda akan segera menikah. Kemudian anda akan ditinggal selama tiga tahun. Untuk kebaikan bersama, anda dan suami hendaknya bermusyawarah untuk membuat komimen-komitmen dan kesepakatan untuk menghindari terjadinya sesuatu yang merugikan kedua belah pihak. Untuk saling setia dengan pasangan. Dan menguatkan satu sama lain untuk menjaga keutuhan rumah tangga.
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika suami-isteri memutuskan untuk tinggal terpisah, antara lain:
Hendaknya anda dan suami menetapkan niat dan tujuan menikah dan menjalin hubungan jarak jauh. Niat dan tujuan itu akan membuat kalian berdua kuat menanggung segala resiko dan dampak dari tinggal berjauhan dalam tempo yang lama. Dan jika anda berdua memiliki tujuan yang sama maka akan saling mendukung satu sama lain. Allah akan membantu hambaNya sesuai niat dan tujuan dari setiap perbuatannya. Rasulullah saw bersabda:
عَنْ عÙمَرَ أَنَّ رَسÙولَ اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ قَالَ Ø§Ù„Ù’Ø£ÙŽØ¹Ù’Ù…ÙŽØ§Ù„Ù Ø¨ÙØ§Ù„نّÙيَّة٠وَلÙÙƒÙÙ„Ù‘Ù Ø§Ù…Ù’Ø±ÙØ¦Ù مَا Ù†ÙŽÙˆÙŽÙ‰ Ù
Dari Umar, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; " (HR. Bukhari)
Ketika suami dan isteri tinggal terpisah dan dalam jangka waktu yang lama. Dibutuhkan sikap saling percaya dari kedua belah pihak. Sikap saling percaya ini yang membuat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar. Bukan hanya sikap saling percaya saja yang dibutuhkan, tapi juga sikap sikap saling dapat dipercaya. Artinya suami dan isteri sama-sama menjaga perilaku dan sikap yang membuat dia dipercaya. Dengan demikian keduanya tenang walaupun tinggal berjauhan.
Sekarang ini, jarak dan waktu hampir tidak ada batas. Apa yang terjadi di tempat yang jauh,dapat dilihat dan di dengar di waktu yang sama. Kecanggihan teknologi informasi menjadikan dunia ini semakin kecil dan jarak semakin dekat serta waktu semakin menyatu. Dengan demikian suami dan isteri tetap bisa berkomunikasi dan saling sapa setiap waktu. Jarak memang berjauhan, tapi hati saling berdekatan.
Saling memberi hadiah adalah cara mudah untuk memupuk kasih sayang. Saling memberi hadiah bukan hanya dilakukan kepada orang lain. Kepada suami dan isteri harus lebih diperhatikan. Apalagi jika keduanya sulit bertemu langsung. Rasulullah saw bersabda:
تَهَادَوْا تَØÙŽØ§Ø¨Ùّوا
“Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)
Hadiah yang diberikan tidak harus berupa barang yang bernilai mahal. Bisa apa saja yang bisa diberikan. Yang bisa memupuk rasa sayang itu bukan barang yang dihadiahkan,tapi sikap memberi hadiah itulah yang berharga tinggi.
Demikian yang bisa disampaikan, dan semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)