Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat pagi Ustadz, saya ingin berkonsultasi tentang masalah yang sedang saya khawatirkan tentang ibadah sholat saya. Sebelumnya maaf apabila pertanyaan saya cukup banyak dan merepotkan Ustadz.
Mungkin baiknya saya mulai dengan cerita. Saya adalah seorang muslim berusia 23 tahun yang pernah meninggalkan sholat wajib dan semua ibadah lainnya selama kurang lebih 3 tahun. Selama waktu itu saya berada di dalam kesengsaraan dan kegelapan yang sangat dalam. Setelah melewati waktu sulit tersebut saya memutuskan untuk bangkit dan kembali ke jalan yang benar pada sekitar akhir tahun 2022.
Alhamdulillah sejak awal 2023 saya sudah bisa kembali melakukan ibadah wajib dan kembali menjadi seorang muslim yang baik. Tetapi ustadz, saya khawatir dengan 3 tahun ibadah yang saya tinggalkan. Saya mencari di google dan mengetahui bahwa hukumnya wajib untuk meng-qadha sholat dan ibadah yang saya tinggalkan.
Awalnya saya berniat meng-qadha nya dengan menyicil sholatnya setiap hari setelah melakukan sholat wajib pada hari itu, kemudian mencatatnya di dalam HP untuk dihitung (Saya asumsikan telah meninggalkan 1000 hari shalat). Tetapi dengan rutinitas dan pekerjaan saya yang padat, kadang saya tidak bisa setiap hari mencicil sholat qadha ini dengan stamina tubuh saya dan waktu yang terbatas. Pada akhirnya hanya dapat menjalankan sholat wajib pada hari itu saja. Maka dari itu ustadz, Pertanyaan saya:
1) Apakah tidak apa-apa mengqadha 1000 sholat itu secara tidak beraturan seperti yang saya lakukan?
2) Saya sebenarnya mempunyai waktu di dini hari yang biasa saya gunakan untuk sholat tahajud. Saya terpikirkan untuk menggunakan waktunya untuk mengqadha shalat. Apakah lebih baik saya meninggalkan shalat tahajud saya atau menunda qadha sholat saya?
3) Apabila saya meninggalkan shalat tahajud saya untuk sementara sampai qadha sholat saya lunas, apakah selama saya qadha shalat pada dini hari saya masih bisa mendapatkan pahala, karunia, dan berkah yang sebanding dari shalat tahajud?
4) Selama saya melakukan qadha shalat ini, adakah pahala tambahan atau pahala tertentu yang akan saya dapatkan?
5) Apabila saya sedang sibuk dan dikejar waktu, apakah tidak apa-apa ketika saya qadha shalat, tidak membaca iftitah dan surat pendek setiap rakaatnya?
6) Apakah ada doa yang dapat saya baca setiap dzikir untuk mempertahankan konsistensi saya dalam melaksanakan qadha shalat ini?
Terimakasih ustadz maaf merepotkan, saya mohon sarannya yang terbaik.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Berikut jawaban kami atas beberapa pertanyyan anda :
1) Apakah tidak apa-apa mengqadha 1000 sholat itu secara tidak beraturan seperti yang saya lakukan?
Menurut Mayoritas Ulama mengqadha' shalat shalat yang ditinggalkan adalah wajib, dengan cara sesuai kemampuan dan tidak dengan cara sesuai kemauan
2) Saya sebenarnya mempunyai waktu di dini hari yang biasa saya gunakan untuk sholat tahajud. Saya terpikirkan untuk menggunakan waktunya untuk mengqadha shalat. Apakah lebih baik saya meninggalkan shalat tahajud saya atau menunda qadha sholat saya?
Karena mengqadha' itu wajib dan shalat tahajjud itu sunnah hukumnya, maka harus mendahulukan yang wajib atas yang sunnah, atau mungkin tahajjudnya tetap dilakukan dengan rakaat yang minimal, misalnya 3 rakaat saja
3) Apabila saya meninggalkan shalat tahajud saya untuk sementara sampai qadha sholat saya lunas, apakah selama saya qadha shalat pada dini hari saya masih bisa mendapatkan pahala, karunia, dan berkah yang sebanding dari shalat tahajud?
Kalau qadha'nya insyaa Allah mendapatkan pahala, tapi tentu tidak mendapatkan pahala tahajuud yang tidak dikerjakan
4) Selama saya melakukan qadha shalat ini, adakah pahala tambahan atau pahala tertentu yang akan saya dapatkan?
Karena menqadha' itu melakukan kewajiban, maka tentu akan mendapatkan karenanya
5) Apabila saya sedang sibuk dan dikejar waktu, apakah tidak apa-apa ketika saya qadha shalat, tidak membaca iftitah dan surat pendek setiap rakaatnya?
Membaca doa iftitah itu sunnah hukumnya, tidak batalkan shalat tanpa membacanya, tetapi membaca ayat Al Qur'an setelah Al Fatihah pada rakaat pertama dan kedua wajib hukumnya, maka tidak boleh dengan sengaja untuk tidak membacanya
6) Apakah ada doa yang dapat saya baca setiap dzikir untuk mempertahankan konsistensi saya dalam melaksanakan qadha shalat ini?
Ada beberapa do'a agar istiqomah, diantaranya ayat ke-8 dari suroh al Imron, atau do'a : Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika"
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudfahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.