Saya dari masa anak² kalau solat taraweh di mesjid dekat rumah orang tua selalu 4 reka'at dgn 1 salam, dilakukan 2 x 4 reka'at dan Witir 3 reka'at dgn 1 salam. Saya juga pernah baca bahwa ada hadisnya dan shahih karena dalam hadis tsb di ceritakan waktu Rasulullah S.A.W diberitahu seorang sahabat r.a bahwa dia dan keluarganya solat taraweh 4 reka'at dgn 1 salam sebanyak 2x dan Rasulullah S.A.W membiarkan dan tidak melarang.
Mohon penjelasan nya.
Jazakallaahu Khairan Katsiraa
Assalaamu 'alaikum wrwb.
Ada hadisnya dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, yang menceritakan shalat malam yang dikerjakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَا كَانَ يَزÙيد٠ÙÙÙŠ رَمَضَانَ وَلَا ÙÙÙŠ غَيْرÙه٠عَلَى Ø¥ÙØÙ’Ø¯ÙŽÙ‰ عَشْرَةَ رَكْعَةً، ÙŠÙØµÙŽÙ„Ùّي أَرْبَعًا، Ùَلَا تَسَلْ عَنْ ØÙسْنÙÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ ÙˆÙŽØ·ÙولÙÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ØŒ Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ ÙŠÙØµÙŽÙ„Ùّي أَرْبَعًا، Ùَلَا تَسَلْ عَنْ ØÙسْنÙÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ ÙˆÙŽØ·ÙولÙÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ØŒ Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ ÙŠÙØµÙŽÙ„Ùّي ثَلَاثًا
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah nambahi lebih dari 11 rakaat, baik di dalam ramadhan maupun di luar ramadhan. Beliau shalat 4 rakaat, jangan kamu tanya bagusnya dan panjangnya. Kemudian shalat lagi 4 rakaat, jangan kamu tanya bagusnya dan panjangnya. Kemudian beliau shalat 3 rakaat. (HR. Bukhari 3569)
Ulama berbeda pendapat mengenai makna hadits di atas, kaitannya dengan tata cara shalat tarawih yang paling afdhal,
Pertama, yang paling afdhal shalat dikerjakan 4 rakaat salam – 4 rakaat salam. Meskipun boleh 2 rakaat – 2 rakaat, atau 6 rakaat salam atau lainnya. Ini adalah pendapat Abu Hanifah.
Al-Iraqi dalam kitabnya Tharhu at-Tatsrib menukil pendapat Abu Hanifah,
وقال أبو ØÙ†ÙŠÙØ© Ø§Ù„Ø£ÙØ¶Ù„ أن يصلي أربعا أربعا وإن شاء ركعتين وإن شاء ستا وإن شاء ثمانيا وتكره الزيادة على ذلك
Abu Hanifah mengatakan, yang afdhal shalatnya dikerjakan 4 rakaat – 4 rakaat. Jika dia mau, boleh 2 rakaat. Jika dia mau, boleh 6 rakaat, dan jika dia mau, boleh 8 rakaat salam. Dan makruh lebih dari itu. (Tharhu at-Tatsrib, 3/74).
Kedua, yang paling afdhal adalah 2 rakaat salam – 2 rakaat salam
Ini merupakan pendapat jumhur ulama – Imam Malik, Imam as-Syafii, Imam Ahmad, Abu Yusuf, Muhammad bin Hasan dan yang lainnya –. Sementara Ibnu Abi Syaibah menyebutkan bahwa ini juga pendapat yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Hasan al-Bashri, Said bin Jubair, Ikrimah (mantan budak Ibnu Abbas), Salim putra Ibnu Umar, Muhammad bin Sirin, Ibrahim an-Nakhai dan yang lainnya.
Dan dalam perbedaan pendapat antara ulama', kita boleh memilih salah satu pendapat dengan ketentuan tidak boleh menyalahkan yang berbeda pilihan
demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
wallahu a'lam bishshawaab
wassalaamum'alaikum wrwb.