Imam Tarawih Dan Imam Witir Beda, Apakah Masih Dapat Fadilah Pahala Shalat Tarawih Semalam Suntuk?

Sholat, 26 April 2023

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Warohamtullohi Wabarokatuh Ustadz AgungChayadi, MA, yang kami hormati, 

Meskipun Ramadhan 1444H sudah usai, kami menanyakan pertanyaan ini selaku Takmir Masjid di Perumahan kami sebagai bahan evaluasi untuk pelayanan kepada Jamaah di Ramadhan yang akan datang, Insya Allah.

Tahun 2021, 2022, dan 2023, demi untuk persatuan ummat karena beragamnya pilihan fiqh/madzhab jamaah di perumahan, Takmir mengatur Shalat Tarawih sbb: 

1. Sholat tarawih + witir diadakan 11 Rakaat dan 23 Rakaat dengan cara yang akan dijelaskan dibawah ini : 

2. Pengaturannya spt ini : 

a. Jika Imam A biasa tarawih 11 rakaat, pada saat selesai Rakaat ke-8, Imam A memberitahukan kepada Jamaah, bahwa Jamaah yang akan meneruskan Tarawih hingga 23 rakaat, diminta untuk mundur ke shaf belakang utk istirahat sejenak, dan memberikan kesempatan bagi Jamaah yang mengikuti Tarawih 11 Rakaat, untuk Sholat Witir bersama Imam A. Setelah selesai, Jamaah yang tarawih 11 rakaat pulang meninggalkan masjid bersama Imam A. Dan Imam pengganti, yaitu, Imam B,  maju ke depan untuk meneruskan Tarawih hingga 23 rakaat. 

b. Jika Imam biasa tarawih 23 rakaat, misal Imam B. Maka Imam B tersebut akan mundur sejenak ke Shaf belakang, dan Imam A selaku Imam Pengganti maju ke depan memimpin Witir 3 rakaat, Jamaah yang memilih sholat tarawih 11 rakaat pulang meninggalkan masjid bersama Imam A. Sementara Imam B kembali maju ke depan, meneruskan tarawih hingga selesai 23 rakaat bersama Jamaah yang memilih Tarawih 23 Rakaat.  

Pertanyaan kami, dengan model pengaturan seperti ini, apakah Jamaah baik yang 11 Rakaat maupun yang 23 Rakaat mendapatkan Fadilah Dicatat Amalnya seperti orang yang sholat semalam suntuk, mengingat terjadi penggantian Imam, baik pada contoh a maupun contoh b seperti diatas?

Atas jawaban Ustadz kami sampaikan Jazakallohu Khoiron Katsiron, Wassalamu'alaikum Warohamtullohi Wabarokatuh. 



-- Aan (Sidoarjo)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Shalat tarowih di masjid dengan cara sebagaimana yang anda sebutkan adalah shalat tarowih yang in syaa Allah dibenarkan dalam agama, dan in syaa Allah masing masing pilihan akan mendapatkan pahala sebagai disebutkan dalam hadits berikut:

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda :

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An Nasai no. 1605, Tirmidzi no. 806, Ibnu Majah no. 1327, Ahmad dan Tirmidzi. Tirmidzi menshahihkan hadits ini. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ no. 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dalam riwayat lain dalam Musnad Imam Ahmad, disebutkan dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ بَقِيَّةُ لَيْلَتِهِ

Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya.” (HR. Ahmad 5: 163. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Demikian, semoga Allah berkenan untuk meberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA