Tanda Baligh

Lain-lain, 13 Agustus 2023

Pertanyaan:

bismillah.

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apakah keluar wadi atau wadzi pada anak laki2 usia 11 tahun sudah merupakan tanda baligh? atau baru dikatakan baligh saat keluar mani saja? syukron jazaakumullahukhairan



-- Ummu Rafa (Serang)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
Madzi adalah cairan putih-bening-lengket yang keluar ketika dalam kondisi syahwat, tidak muncrat, dan setelah keluar tidak menyebabkan lemas. Keluarnya madzi tidak hanya dialami oleh kaum laki-laki saja, tetapi perempuan juga mengalaminya. Kadang-kadang keluarnya madzi tidak terasa.

Wadi adalah cairan putih-kental-keruh yang tidak berbau. Wadi dari sisi kekentalannya mirip mani, tapi dari sisi kekeruhannya berbeda dengan mani. Biasanya wadi keluar setelah kencing atau setelah mengangkat beban yang berat. Dan keluarnya bisa setetes atau dua tetes, bahkan bisa saja lebih.  

Madzi dan wadi bukan tanda baligh. Tanda baligh adalah mimpi basah atau keluar mani. Landasan bagi tanda balig dengan bermimpi itu terdapat pada firman swt Allah:

وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ

وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: “Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin.” (Surat An-Nur:59).

Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ 

“Pena diangkat (dibebaskan) dari tiga golongan: [1] orang yang tidur sampai dia bangun, [2] anak kecil sampai mimpi basah (baligh) dan [3] orang gila sampai ia kembali sadar (berakal).” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Diangkatnya pena dari anak yang belum mimpi basah/keluar mani karena mereka belum baligh, dimana baligh adalah titik tolak seseorang menjadi mukallaf atau terbebani printah dan larangan Allah. Sejak baligh seseorang mendapatkan ganjaran atas semua perbuatannya. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc