Cepat Cepat Baca Alfatihah

Sholat, 31 Agustus 2023

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustad,

Kalau saya terlambat jadi makmum, buru buru mengikuti imam. Masih rakaat pertama. Shalat sirr. Kalau karena cepat Waladolin panjang pendeknya tidak menantu(prasaan saya) tajwidnya keselurahan tidak baik menurut saya. Karena buru buru. Dan betul imam ruku. Semakin cepat membaca. Apakah shalatnya sah? Bila tidak boleh mengikuti di waktu lain 

 Atau masih sah karena yg telat saja imam masih ruku masih terhitung. Saya khawatir perihal ini



-- Rbsi (Bgh)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Menurut pendapat mayoritas Ulama, seorang makmum masbuk (terlambat) yang bisa mengikuti imamnya dalam keadaan imam tersebut ruku', sudah dianggap mendapatkan satu rakaat bersama imamnya, yang karenanya ketika anda terlambat, maka tidak perlu untuk tergesa gesa dalam membaca Al fatihah sehingga akan meninggalkan tajwidnya, seyogyanya anda mebaca Al Fatihah dengan cara yang baik, kalaupun tidak selesai membacanya karena imam ruku', maka ikuti saja ruku'nya imam, dan in syaa Allah shalat anda sudah dianggap sempurna

Berikut dalilnya :

Umar bin Khathab radhiallahu’anhu mengatakan :

من أدرك الإمام راكعا، فركع قبل أن يرفع الإمام رأسه، فقد أدرك تلك الركعة

“Barangsiapa yang mendapati imam rukuk, maka rukuklah sebelum imam bangkit. Maka ia telah mendapati rakaat tersebut” (HR. Al Baihaqi, dishahihkan Al Albani dalam Irwaul Ghalil, 2/263).

Al Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan:

وهذا الذي ذكرناه من إدراك الركعة بإدراك الركوع هو الصواب الذي نص عليه الشافعي , وقاله جماهير الأصحاب وجماهير العلماء , وتظاهرت به الأحاديث وأطبق عليه الناس , وفيه وجه ضعيف مزيف أنه لا يدرك الركعة

“Inilah pendapat yang kami kuatkan, yaitu didapatkannya rakaat dengan mendapati rukuk. Inilah pendapat yang benar yang dinyatakan oleh Asy Syafi’i dan juga merupakan pendapat jumhur ulama Syafi’iyyah dan juga jumhur ulama. Banyak hadits-hadits yang mendasarinya dan ini yang diterapkan oleh para ulama. Memang ada pendapat yang lemah dan aneh yang menyatakan bahwa tidak didapatkan rakaat dengan didapatkannya rukuk” (Al Majmu’, 4/112).

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam  bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 

 



-- Agung Cahyadi, MA