Kapan Lafadz Takbir Imam Ketika Rukuk Dan Sujud

Sholat, 2 September 2023

Pertanyaan:

Assalamu 'alaikum warrahmatullahi wa barakatuh

Di masjid kami, imam melafazkan takbir ketika pada posisi sudah rukuk maupun ketika sudah sujud, bukan ketika akan rukuk atau akan sujud. Imam beralasan agar makmum tidak mendahului.

Yang saya tanyakan, apakah hal itu dibolehkan ?

Jazakumullah...

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.



-- Fahrudi Effendi (Ponorogo )

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Dalam ibadah shalat, disamping ada "takbiratul Ihrom" yang merupakan pembuka shalat yang juga merupakan rukun shalat, ada yang kita kenal dengan sebutan "takbir intiqal" yaitu takbir perpindahan (ketika ruku', ketika sujud dan selanjutnya), yang ia merupakan bagian dari wajib shalat.

Perihal kapan waktunya mengucapkan takbir tersebut; apakah sebelum bergerak atau berbarengan dengan gerakan atau setelah sempurna gerakannya, maka insya Allah yang benar menurut para Ulama madzhab adalah berbarengan dengan gerakannya, hal tersebut berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berikut :

كان رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إذا قام الى الصلاةِ ، يُكبِّرُ حين يقومُ ، ثم يُكبِّرُ حين يركعُ ، ثم يقولُسَمِعَ اللهُ لمن حمدَهحين يرفعُ صُلبَه من الركعةِ ، ثم يقولُ وهو قائمٌربنا ولك الحمدُ قال عبدُ اللهِولك الحمدُثم يُكبِّرُ حين يَهْوي، ثم يُكبِّرُ حين يرفعُ رأسَه ، ثم يُكبِّرُ حين يسجدُ ، ثم يُكبِّرُ حين يرفعُ رأسَه ، ثم يفعلُ ذلك في الصلاةِ كلِّها حتى يَقضيها

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam ketika shalat, beliau bertakbir saat berdiri, kemudian bertakbir ketika rukuk dan mengucapkan: ‘sami’allahu liman hamidah’, yaitu ketika ia mengangkat punggungnya dari ruku. Dan ketika sudah berdiri beliau mengucapkan ‘rabbanaa wa lakal hamd’. Kemudian beliau bertakbir ketika bersujud. Kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya (bangun dari sujud). Kemudian beliau bertakbir lagi ketika bersujud. Kemudian bertakbir lagi ketika mengangkat kepalanya (bangun dari sujud). Kemudian beliau melakukan hal itu dalam semua rakaat hingga selesai shalat” (HR. Al Bukhari 789).

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya


Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA