Perkataan Dalam Hati Yang Disengaja

Aqidah, 9 Januari 2024

Pertanyaan:

Assalamualaikum,

Ustad, saya sudah tahu bahwa lintasan-lintasan pikiran dan perkataan hati itu dimaafkan, namun bagaimana jika pikiran/ perkataan dalam hati itu disengaja? Bagaimana jika perkataan-perkataan yang menghina Allah dan Rasul-NYA itu dengan sengaja ia munculkan di dalam hatinya (meski dia tidak meyakininya)? Apakah orang tersebut bisa menjadi murtad?

Terima kasih sebelumnya 



-- Hamba Allah (Bandar Lampung )

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Bagi seseorang yang masih ada iman di hatinya tentu merasa takut terjerumus ke dalam kekufuran. Sehingga perasaan was-was (dalam hati atau fikiran) untuk menghina Allah dan Rasul-Nya dan syariat Islam sudah barang tentu mestinya akan membuat dirinya menderita, karenanya seyogyanya hendaknya ia berupa dengan sungguh sungguh untuk melawan segala bentuk waswas atau lintaran fikiran yang menjurus ke arah penghinaan terhadap agamanya 

Terkadang terlintas di benak seseorang bisikan kufur di hati atau bisikan hati murtad atau bahkan bisikan hati yang jahat namun tidak sampai bisikan kufur. Begitulah setan selalu berusaha menyesatkan manusia sebagaimana janjinya yang disebutkan di dalam al-Qur’an surat al A’raf ayat 16 dan surah al A’raf ayat 17. Allah subhanahu wata’alaa berfirman:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ( ) ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS. Al-A’raf: 16 – 17)

Apakah Allah memaafkan bisikan hati? Terkadang terlintas di dalam kepala seseorang pikiran menghina Allah atau menghina Nabi dalam hati. Sementara ia sadar bahwa orang yang menghina Allah dengan sengaja adalah perbuatan yang terlarang bahkan termasuk kekufuran. Sehingga ia berusaha sekuat tenaga menahan mulutnya dari mengungkapkan bisikan hati menghina Allah serta menampik bisikan setan tersebut.

An-Nawawi dalam karyanya, Al-Azkar, mengatakan,

الخواطر وحديث النفس إذا لم يستقر ويستمر عليه صاحبه فمعفو عنه باتفاق العلماء، لأنه لا اختيار له في وقوعه ولا طريق له إلى الانفكاك عنه

Lintasan pikiran dan bisikan hati, jika tidak mengendap dan tidak keterusan berada dalam diri pelakunya, hukumnya dimaafkan, dengan sepakat ulama. Karena munculnya kejadian ini di luar pilihan darinya. Sementara tidak ada celah baginya untuk menghindarinya.

Bagaimana cara melawan bisikan setan dalam hati?
Pertama, jangan sampai diucapkan dengan lisan atau dipraktekkan dan segera beristiughfar dan perbanyak membaca kalimat : Laa ilaaha illalllah
Kedua, segera minta perlindungan kepada Allah dari godaan setan (baca ta’awudz)
Ketiga, jangan menghiraukan waswas, lawan dan anggp yang sebaliknya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk senantiasa memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

wassalaamu 'alaikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA