Assalamu'alaikum, permisi ustadz. Mohon waktunya untuk konsultasi tentang masalah saya
Saya saat ini menjalin hubungan pertemanan dengan mantan pacar saya. Dulu ketika pacaran, saya menipunya dengan alih-alih serius berkomitmen, namun nyatanya tidak serius. Dia sudah tahu itu...
Selain itu, saat ini juga saya merasa ragu dengan perasaan cinta saya padanya saat masih dalam hubungan pacaran dulu. Apakah cinta atau bukan, karena saya banyak melantunkan kata² cinta padanya. Ini membuat saya was-was jangan-jangan cinta saya juga palsu dan dia mungkin belum tahu tentang hal ini ini
Saat ini, kami menjalin hubungan pertemanan meski sudah putus. Saya merasa ada semangat ketika berkomunikasi dengannya. Tapi dilain sisi saya juga merasa takut, kalau semangat ini berasal dari hasil menipu
Saya takut saya bersemangat karena orang yang saya tipu, karenakan kita gaboleh memanfaatkan hal yang didapatkan dari hasil menipu.
Semangat ini memberi saya semacam tenaga untuk menjalani aktifitas, lantas apakah aktifitas yang saya jalankan (beriringan dengan semangat yang saya rasakan) menjadi haram hasilnya? Meski pada dasarnya aktifitas yang saya lakukan adalah halal, misalnya, berjualan, memperbaiki sesuatu, dan lain-lain
Mohon tanggapannya ustadz, ini membuat saya tidak tenang dalam kehidupan sehari hari...maaf jika penjelasannya rumit, saya harap maksud saya tersampaikan dengan baik
Wassalamu'alaikum
Wa'alaikumussalam wrwb.
Hal penting yang seyogyanya anda ketahui sebagai seorang muslim adalah bahwa tidak ada pacaran dalam Islam, berikut beberapa alasannya :
Pertama: Dalam pacaran, banyak perbuatan pasangan yang berpacaran sangat bertentangan dengan ajaran islam, bahkan kebanyakannya adalah dosa besar, walaupun ada yang memberinya embel-embel “Pacaran Islami” atau “Pacaran Sehat”. Dalam pacaran ini, setidaknya atau minimalnya anda akan melakukan hal-hal berikut:
1-Bebas pandang memandang. Ini bertentangan dengan perintah Allah dalam Al-Quran:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ الله خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS An-Nur: 30).
2-Saling sentuh menyentuh baik diiringi syahwat ataupun tidak (termasuk ciuman dan pegang pegangan).
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda dalam sebuat hadits :
Dari Abu ‘Ala menceritakan padaku Ma’qil bin Yasar (diriwayatkan), ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya” (HR. ath-Thabrani dalam al-Mu‘jam al-Kabir 20: 212)
3-Berkomunikasi dengan ucapan lemah lembut dan nada sayang-sayangan yang dilarang dalam islam, karena mendatangkan niat buruk dari lawan bicara. Ini telah dilarang oleh Allah ta’ala dalam firman-Nya:
فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ
Artinya: “Maka janganlah kalian tunduk (lemah) dalam pembicaraan sehingga menimbulkan keinginan pada orang-orang yang dihatinya ada penyakit… ” (Q.S. Al Ahzab 32).
Kedua : Pacaran adalah sarana untuk melakukan perbuatan zina dan keji. Kebanyakan muda mudi kita terjerumus dalam zina dan pergaulan bebas dari praktek pacaran ini. Padahal Allah ta’ala berfirman: “Janganlah kalian mendekati zina sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. ” (QS Al-Isra; 32).
Dengan kedua poin tersebut, juga poin-poin lainnya -yang akan panjang bila disebutkan satu persatu disini-, maka pacaran sangatlah dilarang dalam islam. Wallaahu a’lam.
Semua aktivitas yang kita lakukan agar bernilai ibadah dan tidak sia sia haruslah dengan niat karena perintah Allah agar mendapatkan ridho-Nya dan tidak boleh bahkan haram kalau kita lakukan karena seseorang
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.