Doa

Akhlaq, 21 Maret 2024

Pertanyaan:

Assalamualaikum. Ustadz saya mau bertanya kita sebagai manusia memiliki yang namanya hajat atau keinginan. Namun, diantara hajat yg lainnya. Ada satu hajat yang dilihat manusia itu mustahil. Namun saya percaya bahwa Allah akan mengabulkan hajat saya. Pertanyaan saya adalah 1. Apakah saya harus terus berdoa atau berhenti? 2. Jika saya terus berdoa dan ternyata doa saya tidak dikabulkan, takutnya saya menjadi kecewa bahkan tidak mau berdoa lagi. Bagaimana dengan pendapat ustadz. Terimakasih. 

Wasalamualaikum Wr. Wb. 



-- Daffa (Bekasi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Berdoa itu bagian dari ibadah, bahkan doa itu adalah intinya ibadah, dan ketika seorang muslim berdoa dengan doa yang baik, pasti Allah tidak akan mengecewakan, karenanya kalau sudah berdoa tetapi Allah tidak berikan apa yang kita mau, maka berarti Allah menghendaki yang lain, karenanya jangan pernah kita kecewa atau bahkan putus asa

وَعَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ : (( مَا عَلَى الأرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو الله تَعَالَى بِدَعْوَةٍ إِلاَّ آتَاهُ اللهُ إيَّاها ، أَوْ صَرفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ، مَا لَمْ يَدْعُ بإثْمٍ ، أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ )) ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ القَومِ : إِذاً نُكْثِرُ قَالَ : (( اللهُ أكْثَرُ )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ )) .

وَرَوَاهُ الحَاكِمُ مِنْ رِوَايَةِ أَبِي سَعِيْدٍ وَزَادَ فِيهِ : (( أَوْ يَدْخِرَ لَهُ مَِن الأَجْرِ مِثْلَهَا )) .

Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan satu doa, melainkan pasti Allah memberikannya kepadanya, atau Allah menghindarkannya dari kejelekan yang sebanding dengan doanya, selama ia tidak mendoakan dosa atau memutuskan silaturrahim” Lalu seseorang berkata:  “Kalau begitu, kita akan memperbanyak doa.” Beliau bersabda, “Allah lebih banyak memberi (dari apa yang kalian minta).” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih).

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahun a'lam bishshawaab

wassalaami 'alaikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA