Pertanyaan bagian 1 Bismillah Alhamdulillah Laa haula wa laaquwwata illa billah wa atuubu ilaih Allahumma sholli A’la Muhammad wa A’la ali Muhammad Amma ba’du
Sebelumnya seseorang yang bertanya pertanyaan pertanyan dibawah ini adalah seseorang yang berharap ampunan dari Allah subhaanahu wa ta’ala, kemudian pintu maaf dari istri, anak anaknya dan juga keluarga besarnya……
Ia merupakan pribadi yang sangat waro atau hati hati sekali, sampai akhirnya syaithan memasukkan rasa was-was dan cemburu buta kepada istrinya (sebenarnya istrinya adalah wanita sholihah insya Allah)….. Syaithan mulai masuk dari pintu was-was pernikahan, apakah akadnya sah jika walinya seoarng laki-laki yang memakai anting dan sudah dijawab oleh salah seorang ust, dan jawabannya adalah sah.. Lalu syaithan masuk kedalam was-was sholat dan wudhu…sehingga ia mengulangi sholat dan wudhunya beberapa kali…..
Sampailah ketika ia sedang kuliah, ia mendengar dari dosennya bahwa kata talak itu ada 2, yaitu shorih atau goiru shorih….Dan juga ketika ia mulai cemburu buta kepada istrinya, dimana ia pernah berdoa ketika tahajud, bahwa ia tidak tahan kepada istrinya(saat itu ia su udzhon) dan ia berdoa kepada Allah swt untuk menyerahkan segalanya kepada Allah swt….
Mulailah ia was was dalam kata kata talak, dst…..
(si suami ini sedang dalam keadaan sakit menahun)
Kumpulan pertanyaan :
1. Ketika sedang sakit dan dalam kondisi cemburu ia pernah berkata, “umi jika nanti memilih pasangan jangan salah pilih, harus pilih ikhwan yg sholih, hati hati karna banyak ikhwan yg pura pura sholih “ ia berkata ini menyinggung istri saat suami cemburu buta, jika si suami tdk ada umur (Apakah ini jatuh Talak ust)?
2. (edit)Dan ia pernah berkata, saat cemburu(dalam hati si suami,jangan jangan istri suka sama orang lain)lalu si suami berkata “ abi mah ikhlas umi nikah lagi “ karna sedang cemburu dan dalam hati seperti ,ya udah nikah saja sama dia sana (didalam hati seperti ada bayangan melepas dan juga seperti menyindir istri, ya sudah nikah lagi saja sama dia)…..
Istri diam sj tidak menjawab apa apa….
Lalu ia menyesal berkata demikian, krn takut, ia mengatakan “ abi tidak ingin pisah dengan umi” lalu ia bertanya kepada salah seorang ust, di menjawab, ya sudah anggap sj jatuh talak satu, dan ke esokan harinya si suami sering mengatakan, kata kata rujuk berulang kali di berbagai kesempatan kepada si istri krn takut peristiwa kemarin dan dihatui rasa bersalah….
Apakah pertanyaan ke 2 ini jatuh talak ust?
3. (edit)Syaithan terus masuk melalui was was, si suami takut jika ada yang benar benar jatuh talak, dan ia selalu terbayang istrinya, sehingga ia ketika mengucapkan angka atau mencoba cobamenyebutkan angka selalu berbarengan atau muncul di hati jatuh talak satu, missal : si suami berkata 1 berbarengan di hati dengan telah jatuh talak satu, si suami menyebutkan angka 2 dst….kejadian ini berulang kali, dan ia khawatir itu adalah niat karna ia niat coba coba dan tidak berusaha menghilangkan hati tersebut…
4. Pernah ia selepas bangun tidur ia ingin ke wc, dan masih terbayang peristiwa kemarin kemarin, terutama saat mengucapkan angka. Lalu syaithan menyarankan bgm kalau mencoba mengucapkan angka lagi, (sambil ingin tahu kemarin itu niat talak atau tidak, kata syaitan) coba sekarang, coba lakukan seperti ini, “ coba ucapkan angka 1 lalu setelah itu munculkan niat talak ke istri”, (melakukan hal ini karna ketidak tahuaannya dan ingin tahu sj kemarin itu niat talak atau tidak) lalu ia mencontohkan saran syaithan tersebut, untuk ucapkan angka kemudian baru munculkan niat talak . ia mengucapkan/menyebut angka 1 kemudian/setelah itu memunculkan niat talak (mengikuti godaan syaithan) , ketika ia mengucapkan angka baru 1 langsung terbayang istri berpisah…..Ia pun langsung menyesal…..
5. (Edit)Kejadian kejadian yg telah lalu ia masih terbayang, diantaranya kalimat “ abi mah ikhlas umi nikah lagi (pertanyaan ke 2) “, syaithan memasukkan rasa was was kedalam hati si suami, lalu menyarankan, apakah kemarin itu niat talak dulu lalu baru mengucapkan kalimat itu ke istri? Atau tidak niat talak saat mengucapkan kalimat tersebut? Akhirnya ia mencontohkan sambil mengingat kejadian waktu dulu, dengan cara ia mengulang kalimat “Abi mah ikhlas umi nikah lagi” dengan berbarengan niat talak ke istri….ia mempraktikkan hal ini untuk mengetahui kejadian kala itu…..Lalu ia menyesal…., dan apakah ini jatuh talak ust?
Dan ana juga pernah, karna syaithan menggoda ana dengan was was, akhirnya ana berpikir apakah kemarin itu mengucapkan kalimat “abi mah Ikhlas Umi nikah lagi?” setelah niat talak atau tidak, akhirnya ia mencontohkan tanpa niat talak lalu mengucapkan kalimat td, lalu ia mencontohkan lagi kalimat tersebut dengan niat talak dulu (ceritanya ana sdh mentalak istri) lalu ana ucapkan kalimat,’abi mah ikhlas umi nikah lagi”….Lalu ana menyesal…
Apakah ini jatuh talak ust? Ana coba coba seperti ini, ingin tahu saja kejadian ketika itu…
6. (edit)Kejadian kejadian kemarin membuat ia sedih dan syithan masih memasukkan rasa was was….
Sehingga ia ketika melempar pulpen atau sedang main lempar pulpen ke atas lalu ditangkap lagi, lempar lagi lalu tangkap lagi, lalu syithan membisikkan coba taruhan, jika berhasil menangkap maka tidak jatuh talak, tp jika jatuh maka jatuh talak, si suami ( tidak mengucapkan dengan kata-katanya ia hanya ada di dalam hatinya. Tp ia menurutinya atau ikut kata syaithan tersebut/ikut taruhannya, Maka ia melempar lagi dan ternyata terjatuh/Tidak berhasil atau tidak berhasil ditankap, si suami takut sekali atas kejadian tersebut khawatir jatuh talak, maka ia mencoba terus sampai berhasil menangkap pulpennya, Alhamdulillah berhasil ditangkap, maka apakah ini jatuh talak ust?
7. (edit)Ketika, ia ke masjid, ia bertemu tetangganya, krn ia sedang bingung dan kalut serta bertanya tanya, kemarin kemarin itu niat atau lintasan hati, lalu ia mencoba coba memunculkan niat (Tanpa di ucapkan)bunyi niat didalam hati seperti ini ust, “didalam hati si suami” {jika saya salaman maka akan jatuh talak}” sebenarnya si suami hanya memunculkannya saja dalam hati dan ingin membedakan antara niat dan lintasan hati….Sebelum ia menghilangkan niatnya tsbt, ternyata sudah salaman dengan tetangganya tersebut, apakah hal ini jatuh talak ust?
8. Ketika ingin takbir sholat berjamaah si suami mencoba coba lagi, ia memunculkan niat, “jika ia sholat maka jatuh talak”, awalnya si suami niatnya mau memunculkan niat tersebut lalu menghilangkannya(ia melakukannya untuk mengetahui bedanya niat dan lintasan hati), krn imam sudah rukuk ia langsung takbir gabung sholat tanpa mengilangkan niat talak tersebut…..apakah jatuh talak ust?
9. (edit)Lalu ketika ia mau minum (Ia sengaja memunculkan lintasan hati/niat dalam hati tentang talak) ,ketika minum ia mengucapkan angka 1 berbarengan dengan di hati talak 1.. Ia mencoba coba untuk membedakan antara niat dan lintasan hati. Karna sering terlintas tentang talak dalam hatinya. Apakah hal ini dapat menjatuhkan talak ust karna ia sengaja memunculkannya?
10. Saat ia mengajar juga, dimana ia mengucapkan kata pergi berbarengan dengan hati menyuruh istri pergi, lalu ia kaget dan menyesal …..Apakah ini jatuh talak ust?
11. (edit)Saat mencuci juga, karna ia masih memikirkan was-was dan tentang angka, dan tentang talak, ia mencoba-coba sambil menyiram pakaian ia mengucapkan angka 1-3 yg berbarengan dengan didalam hati telah jatuh tak 123… Ia sengaja mengucapkan angka tersebut sambil menyiram dan hatinya muncul lintasan hati telah jatuh talak 1,2 dan 3…
Dan juga saat menyiram baju ia masih kepikiran talak, dan di hati masih ada tentang talak, lalu ia coba coba menyebut angka tanpa menghilangkan tentang talak, sehingga ia menyebut angka bareng dengan di hati talak 1 dan seterusnya
Apakah hal ini jatuh talak ust?
12. Ia juga sering berkata ke istrinya sdh terlmbat/ atau telah jatuh talak 3(karena ia merasa didadanya terasa sempit dll), dan ia meminta maaf kepada istrinya tersebut…apakah hal ini jatuh talak ust…..
13. Dia masih di hantui was was….sehingga ia selalu mengulang kata-kata “abi mah ikhlas umi nikah lagi “ untuk mengetahui saat itu niatnya apa…..
14. Ketika ia menambal ban ia, ditanya sama montirnya, apakah mau diganti sekalian sprepatnya? Lalu ia mengatakan “sy mau tanya dulu sama adik/ sambil terbayang istri” lalu ia menyesal, khawatir dengan megucapkan adik (spontan yang berbarengan dengan muncul sosok istri di pikiran)sama menganggap istri sebagai adik ….. Apakah hal ini jatuh talak ust?
15. Apakah bertanya seperti kata “ia” diganti “ana” jatuh talak ust?
16. Ia sering mengutarakan kepada istri, bhwa ia minta maaf dan ia berkata sudah terlambat (sudah talak 3, karna apa yang ia rasa sepertinya sudah talak 3)….
17. Dan ia juga pernah berkata ke istrinya bahwa karna was was, ia pernah mencoba berkata beberapa kali, bahwa ia mencontohkan kalimat di nomor 5 dengan niat talak untuk mengetahui dan mengingat, sebenarnya dulu itu ia niatnya ap (soal no 2). Dan si suami bilang ke istri ada yang mengatakan talaknya jatuh (menurut salah seorang ust)…bgm menurut ust? Apakah pertanyaan no 17 ini jatuh talak ust?
18. Apakah jika si suami menulis seperti ini atau pertanyaan seperti ini akan jatuh talak ust? (mengingat ada kata kata talak didalamnya)
Sebelum kejadian ini semua, ia merasa nafasnya panjang ketika adzan maupun tilawah, sekarang setelah ia habis berhubungan badan dengan istri, ia merasa nafasnya sesak,….
Dan dulu sebelum kejadiaan ini, ia suka tahajud dan bada tahajud muka nya berseri seri dan jika berbicara, kata katanya berbobot dan ia mudah menangis….. Tp setelah semua kejadian ini, setelah tahajud ia merasa mukanya tidak bersinar seperti dulu, dan dada seperti sesak terutama setelah berhubungan badan…Setelah berhubungan badan, ia berjibaku lagi tilawah, sholat tahajud dan lain lain, ketika dadanya tidak sesak lagi, tp ketika ia berhubungan badan, ia merasa sesak lagi dan juga kadang orang orang, teman teman marah keapada dirinya tanpa sebab, dan ia menjadi susah menangis…..dan juga berbicara seperti hampa……
Ia takut ini adalah pertanda…maka ia putuskan puasa daud, dan berhubungan badan mulai dikurangi….. Yg ia rasakan seperti tambal sulam, ketika dada ini enakan, tp ketika setelah bercumbu maupun hubungan badan maka dada ini sesak seperti semula dll…..Sehingga sekarang si suami merasa sudah terlmbat, dan sudah hampir 2 tahun lebih tidak berhubungan badan sama sekali dengan istri tapi masih tinggal serumah….Si suami merasa sudah terlambat, dan meminta maaf kepada istri….Dan juga menyesal…..
Si suami, bingung dan serba salah jika ia berhubungan badan maka ia akan merasakan seperti yg telah disebutkan, tp jika tidak maka istri terdzholimi dan tekanan bathin…..
Ust…
Mohon bantuannya ust, apakah ia sdh terlambat ust…..
Mengingat yg ia rasakan?....
Si suami menyesal sekali……
Dimana si istri merupkan wanita sholihah dunia akhirat insya Allah…..
Si istri sudah sering menangis dan bersedih….
Si suami sangat sayang kepada istrinya….
Tapi ia juga pasrah terhadap ketentuan Allah swt…
Dan juga si suami merasa, anak kedua nya perempuan lahir pada saat kejadian tersebut, ia khawtir status putrinya karna ia merasa sdh terlambat jd si putri keduanya walinya harus bukan dirinya agar barokah…..
Ia menyerahkan semua kepada Allah SWT….
Ia menyesal…dan ingin membuat istrinya tersenyum….dan bahagia…
Dulu ia permah bertanya kepada seorang ust, dan jawabnnya tidak ada yg jatuh….
Tp ketika setelah berhubungan badan dengan istri…ia masih merasakan hal hal diatas…….
Laa haula wa laa quwwata illa billah……
#hamba Allah swt yg ingin memperbaiki semuanya…dan berharap kepada Allah swt memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat kepada kita semua……
Si istri adalah akhawat yang sholihah…
Insya Allah…
Akhwat yang luar biasa kebaikan dan kesabarannya insya Allah….
(Ana sangat menyesal…)
Dan sekarang si suami sholatnya sering tidak khusyu (apakah ini dampat dari memainkan lintasan hati?) dan hatinya sering muncul kata kata murtad (Naudzubillah min dzalik)
Semoga Allah swt memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat kepada kami semua….
Ana bertaubat kepada Allah swt…..
Ana minta ampun kepada Allah SWT
#Pertanyaan bagian 1
Bagian 2 pertanyaan perihal pernikahan
17. bagaimana hukumnya, jika kita menganggap sudah terlambat (talak 3) lalu kita bilang ke istri bahwa : “ para ust berbeda pendapat, ada yg mengatakan peristiwa kemarin kemarin jatuh ada yg tidak (si suami sdh menyimpulkan terlambat)dan sepertinya sudah jatuh talak berkali kali kata si suami ke istrinya karna setiap habis berhubungan dada nya sesak, dan nafasnya menjadi pendek, emosian, dan lain lain (seperti di pertanyaan bagian 1). Apakah ini jatuh talak ust ?
18. ada ust yg mengatakan jatuh talak, ana lupa no berapa, lalu si suami juga berkata rujuk berkali-kali, dikemudian hari ust tersebut berkata tidak jatuh talak, hal ini bagaimana hukumnya ust? Dan juga si suami berkata beberapa kali “ abi rujuk” . apakah hal ini jatuh talak ust?...
19. ketika mencuci ia pernah mencoba coba bilang angka 1 sampai 3, karna ketika sebelumnya ia menyebut angka maka di dalam hati ada kata telah jadi talak satu, oleh karna itu ia mencoba coba saat mencuci berkata 1,2,3 tanpa menghilangkan hatinya tentang talak, sehingga ketika menyiram air sambil mnyebut angka 1 pas dalam hati ini talak 1, ketika bilang 2 juga pas dalam hati ini talak 2, ketika bilang 3 juga demikian. Bagaimana hukumnya ketika ia menyengaja berkata atau mneyebut angka dan juga sembari hatinya masih ada tentang talak. Jika sengaja apakah jatuh talak ust?
20 karna ia sering berpikir ttg talak, lalu ia pernah mencoba coba sembari mnyebut angka lalu dihatinya ada tentang talak, missal menyebut angka 1 lalu dihatinya ada talak 1, menyebut angka 2 lalu dihatinya ada talak 2, menyebut angka 3 lalu dihatinya ada talak 3. Ia menyengaja menyebut angka 1 sd 3 dan dihatinya muncul talak, apakah sengaja seperti ini jatuh talak ust? Ia berkata demikian tidak didepan istri ust.
21. pernah ia sedang service motor, tukang servicenya bertanya, apakah ban nya mau diganti sekalian, lalu ia (si suami) berkata atau menjawab “ sy bertanya sama adik sy dulu pak” sembari terbayang istrinya, ia Insya Allah tidak niat talak ust….
Apakah hal ini jatuh talak ust?
22. karna terbayang dan terus memikirkan apakah ia sdh menalak istrinya berkali kali atau belum ada yang jatuh, lalu ia mencoba berkata atau menyebut angka 1 sembari niat talak, apakah hal ini jatuh ust? Ia hanya mencoba sj, dan niat talaknya umum tidak tertuju ke istrinya…..
23. si suami sdh tidak pernah berhubungan suami istri, krn takut sdh terlambat dengan tanda tanda yang ia rasakan, ia hanya bercumbu sj ust…..apakah hal ini jatuh talak ust?
24. bagaimana hukumnya krn ia takut perkataannya dulu pernah jatuh talak atau tidak dan ingin mengetahui dulu ketika ia mengatakan kalimat ini “ abi mah ikhlas umi nikah lagi” niatnya talak atau tidak. Lalu ia mengulangi kata tersebut dengan niat talak dan juga mengulangi kata tersebut dengan niat tidak talak, ia hanya untuk mengetahui sj dulu niatnya apa…..
Dan ia juga mencoba coba, dulu itu ia berbicara seperti itu, setelah niat mentalak istri lalu mengucapkan kata tersebut atau tidak ada niat, lalu ia mencoba coba mencontohkan, untuk mengetahui peristiwanya, akhirnya ia sembari mengingat, dalam hati mentalak istri dulu, lalu ia mengucapkan “ abi mah ikhlas umi nikah lagi” lalu ia menangis dan menyesal kenapa mencoba coba seperti ini….
Apakah ini jatuh talak ust? Dan apakah menulis seperti ini jatuh talak ust?
Mencoba coba seperti ini telah sering ia lakukan, apakah hal ini jatuh talak ust?
25. saat mencuci baju ketika ia mencuci baju tiba tiba niatnya mengenai talak, lalu ia coba menyiram baju, dan menyebut angka 1 lalu di hatinya telah jatuh talak satu reflex. Ia takut itu adalah niat…..
Dan ia juga pernah coba coba berkata satu kemudian ia munculkan niat talak, lalu ia coba lagi mnyebutkan angka 1, krn blm menghilangkan niat talak, yang kedua ketika menyebutkan angka 1 berbarengan dengan hati niat talak, apakah hal ini jatuh talak ust?....(kejadiannya bukan didepan istri)
(edit) pertanyaan baru, suatu ketika si suami pernah berkata kepada Allah SWT, “tidak apa apa ya Allah, sudah terlambat(talak 3), asalkan jangan kehilangan Mu ya Allah SWT”…
Hamba Menyesal ya Allah SWT, si suami berkata seperti ini berkali kali, apakah hal ini jatuh talak ust?
Tp setelah semua kejadian ini, setelah tahajud ia merasa mukanya tidak bersinar seperti dulu, dan dada seperti sesak terutama setelah berhubungan badan…
Setelah berhubungan badan, ia berjibaku lagi tilawah, sholat tahajud dan lain lain, ketika dadanya tidak sesak lagi, tp ketika ia berhubungan badan, ia merasa sesak lagi dan juga kadang orang orang, teman teman marah keapada dirinya tanpa sebab, dan ia menjadi susah menangis…..dan juga berbicara seperti hampa……
Ia takut ini adalah pertanda…maka ia putuskan puasa daud, dan berhubungan badan mulai dikurangi…..
Yg ia rasakan seperti tambal sulam, ketika dada ini enakan, tp ketika setelah bercumbu maupun hubungan badan maka dada ini sesak seperti semula dll…..
Sehingga sekarang si suami merasa sudah terlmbat, dan sudah hamper setahun tidak berhubungan badan sama sekali dengan istri tapi masih tinggal serumah….
Si suami merasa sudah terlambat, dan meminta maaf kepada istri….
Dan juga menyesal…..
Si suami, bingung dan serba salah jika ia berhubungan badan maka ia akan merasakan seperti yg telah disebutkan, tp jika tidak maka istri terdzholimi dan tekanan bathin…..
Ust…
Mohon bantua ia, apakah ia sdh terlambat ust…..
Mengingat yg ia rasakan?....
Si suami menyesal sekali……
Dimana si istri merupkan wanita sholihah dunia akhirat insya Allah…..
Si istri sudah sering menangis dan bersedih….
Si suami sangat sayang kepada istrinya….
Tapi ia juga pasrah terhadap ketentuan Allah swt…
Ini semua terjadi krn kebodohan dirinya (si suami)…..
Dan juga si suami merasa, anak kedua nya perempuan lahir pada saat kejadian tersebut, ia khawtir status putrinya karna ia merasa sdh terlambat jd si putri keduanya walinya harus bukan dirinya agar barokah…..
Ia menyerahkan semua kepada Allah SWT….
Ia menyesal…dan ingin membuat istrinya tersenyum….dan bahagia…
Dulu ia permah bertanya kepada seorang ust, dan jawabnnya tidak ada yg jatuh….
Tp ketika setelah berhubungan badan dengan istri…ia masih merasakan hal hal diatas…….
Laa haula wa laa quwwata illa billah……
Semua ini adalah salah ana (si suami) yang was was awalnya di goda oleh syithan….
Padahal istrinya merupakan istri yang sholihah dan keluarganya adalah keluarga yang baik sekali insya Allah……..
26. bagaimana hukumnya jika ada suami sedanng memikirkan atau melamun, kemudian berkata (seperti no 24 sambil niat talak )
27. bagaimana hukumnya jika ada seorang suami bertnya kepada ust lalu ia mencontohkan atau menulis, seperti semua pertanyaan di sini, apakah jatuh talak ust?
29. dulu ketika awal awal nikah, si suami pernah cemburu (karna si suami terbujuk syaithan) saat istri memegang perut suami saat bergoncengan motor, si suami langsung melepas tangan istri lupa sembari berkata “abi mah ikhlas umi nikah lagi” atau kalimat “ya sudah nikah lagi saja sana”…
Si suami merasa sdh terlambat karna setiap habis behubungan suami istri dadanya terasa sempit dan mearasa jauh dari Allah swt…………………
30. sudah beberpa tahun atau 2 tahun tidak berhubungan badan, tapi jika bercumbu masih, ia sangat takut jika sudah terlambat, karna beberapa tanda yang telah diceritakan di pertanyaan sebelumya….
31. sekarang ia sholat suka was was, di mulai dari was was bacaan sholat dan susah sholat dengan khusyu dan bahkan syaithan sudah masuk kedalam was was aqidah (ampun ya Allah SWT), ia merasa bahwa Allah SWT sedang marah kepada dirimya, karna ia dulu mencoba coba niat talak, akhirnya Allah SWT berikan cobaan seperti ini, ibadah susah khusyu, was was sholat dan was was aqidah….
Ia pernah berkata tidak apa apa ya Allah SWT jika memang sudah terlmbat (talak Tiga), tolong ya Allah jangan cabut iman dan islam ini…..
Sekarang ia sakitnya semakin parah, suka sesak nafas dan lain-lain, ia khawatir jika su ul khotimah, ia bertaubat kepada Allah SWT….
Mohon jawabannya ust, ia pernah bertanya ke beberapa ust, katanya belum terlambat, tapi kenapa seperti ini, benarkah niat mencoba coba talak (seperti yang ana ceritakan disebelumnya) tak jatuh talak?, ia pernah bercerita dan debat ke istrinya bahwa ia merasa sudah terlambat, dan ia mengatakan para ust berbeda pandangan…..
Dan ia juga pernah mengatakan beberapa kali kepada Allah SWT “ iya Ya Allah SWT, sepertinya sudah terlambat” dan juga pernah beberapa kali berkata : “sudah terlambat ya Allah, tidak apa apa,apakah hal ini jatuh talak ust?
Ia meminta ampun kepada Allah SWT, dan bertaubat kepada Allah SWT, Istri beliau adalah istri yang sholihah insya Allah, ia atau si suami tergoda oleh syaithan….
Dan si suami menyesal (semoga Allah SWT mengampuni dosa kita semua), ia berharap semoga Allah SWT memberikan jalan keluar dan kejelasan, karna status anak kedua(akhwat) apakah ia “terjadi anak” ketika status istri beliau sudah telambat (talak 3) atau belum……
Ya Allah…
Aampun….
Hamba bertaubat kepada Mu ya Allah SWT……
Sekarang syaithan mengganggu akidah ana ust, dan sakit ana semakin parah sesak dari bagian perut, dan seperti mau meninggal….
Dan saat sholatpun syaithan mengganggu akidah ana ust….
Semoga Allah SWT memberikan taufik dan hidayah pada diri ini…
Semoga Allah SWT memberikan ampunan dan ridho kepada diri ini dan kita semua….
Semoga Allah SWT menghisab kita dengan hisab yang ringan…
Semoga Allah SWT memberikan kita semua husnul khotimah..
BAGIAN 3
Bismillah…..
Punten ust izin bertanya…
1. Bagaimana hukumnya misalnya ada seorang guru mengajar dikelas, mengenai bab nikah, si guru berkata “ jika ada akhwat yang menikah, maka seorang ayah akan menangis ketika menikahkan anaknya terutama saat akad nikah..”lalu guru tersebut mencontohkan dan menyebutkan salah seorang nama murid laki lakinya dikelas itu, misalnya namanya Abdulloh, lalu guru itu berkata “ lalu si ayah nya (akhwat itu) berkata “ saya nikahkan Abdulloh dengan anak saya dengan emas kawin sekian (sampai disini sj lafadznya)…..lalu sang guru berkata lagi “lalu Abdulloh menjawab saya terima nikahnya dan seterusnya “(kalimatnya memang “dan seterusnya”) ” ini semua perkataan si gurunya, abdullohnya diam sj dikelas, apakah hal ini jatuh sah nikahnya ust? Mengingat si guru tersebut punya anak perempuan……
Mohon jawabnnya ust……..
Semua pertanyaan dari bagian 1 sd 3, adalah murni dari kebodohan si suaminya…
Padahal istrinya adalah istri yang sholihah insya Allah…
Dan keluarganya merupakan keluarga yang sangat baik insya Allah…….
Istri dan keluarganya tdk pernah berbuat salah…mereka adalah keluarga yg sholih dan sholihah serta sangat kekeluargaan…….
Ya Allah swt jagalah mereka di dunia dan akhirat….
Berilah kami semua kebahagiaan di dunia dan akhirat……
#mohon pertanyaan ini tidak dipublikasikan ust..
No hp ana 0895372131484
Karena pertanyaan tidak boleh dipublikasikan. Silahkan konsultasi via wa 081703357795