Assalamualaikum, izin bertanya, saya saat habis wudhu dan melaksanakan shalat sering sekali seperti ada angin yang keluar dengan sendirinya ketika bersujud, padahal saya tidak terasa mau kentut atau menahan kentut tapi selalu seperti itu, saya harus bagaimana
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Ada hadits shahih berkaitan dengan yang anda tanyakan yaitu:
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ فِي بَطْنِهِ شَيْئًا, فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ: أَخَرَجَ مِنْهُ شَيْءٌ, أَمْ لَا? فَلَا يَخْرُجَنَّ مِنْ اَلْمَسْجِدِ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا, أَوْ يَجِدَ رِيحًا – أَخْرَجَهُ مُسْلِم
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian mendapati ada terasa sesuatu di perutnya, lalu ia ragu-ragu apakah keluar sesuatu ataukah tidak, maka janganlah ia keluar dari masjid hingga ia mendengar suara atau mendapati bau.” Diriwayatkan oleh Muslim. (HR. Muslim no. 362).
Dalam shahih Bukhari-Muslim disebutkan hadits dari ‘Abdullah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia pernah mengadukan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai seseorang yang biasa merasakan sesuatu dalam shalatnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,
“Janganlah berpaling hingga ia mendengar suara atau mendapati bau.” (HR. Bukhari no. 177 dan Muslim no. 361).
Pelajaran yang bisa kita ambil bahwa orang yang dalam keadaan suci jika ia ragu apakah ia berhadats ataukah tidak dan itu masih dalam taraf ragu-ragu, maka ia tidak batal wudhunya dan tentu tidak diharuskan untuk wudhu. Dia tetap meneruskan shalat kecuali dia yakin telah datang telah kentut, bisa dengan mendengar suara kentut atau mencium baunya. Hadits di atas juga menunjukkan bahwa setiap muslim wajib menghilangkan was-was pada dirinya. Jangan ia pedulikan was-was tersebut karena hal itu hanya mempersulit diri. Dari hadits di atas, kemudian lahir suatu kaedah fiqih :
اليقين لا يزول بالشك
“Yang yakin tidak bisa dihilangkan dengan ragu-ragu.”
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamju 'alaikum wrwb.