Kecanduan Video Porno

Pernikahan & Keluarga, 26 Juni 2024

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz, mohon ijin bertanya, bagaimana menghadapi suami yang kecanduan video porno?

Saya lelah ustadz, sejak usia 2 th pernikahan saya mengetahui hal ini dia berjanji untuk berubah, tapi tetap saja masih terulang bahkan sampai sekarang 10th pernikahan. Saya merasa gagal dan tidak layak bagi suami, karena dia masih terus berfantasi dg tubuh wanita lain. 

Saya marah dan merasa rendah, berulang kali saya minta diceraikan. Ini sama sekali bukan pernikahan yang saya inginkan. Saya berharap memiliki imam Sholeh yang bisa membimbing. Tapi kenyataannya jauh sekali dari awal saat ta'aruf. 

Pernah saya minta bantuan ke orang tua suami, tapi tetap tidak ada hasil. Entah memang dia yang bebal, atau faktor orang tua yang kurang percaya dengan cerita saya. Sebab di luar, suami menunjukkan karakter yang berbeda. Dia ngaji dan sopan terhadap orang tua. 

Saya harus bagaimana ustadz, saya ingin menyerah. Saya merasa berdosa dengan dua anak laki2 kami, kami merasa bukan orang tua yang baik. Saya sedih, kenapa suami saya tidak bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya. 

Terimakasih ustadz, 



-- Ummu A (Lampung)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sumber masalah yang anda hadapi adalah suami. Kecanduannya pada ponografi membuat anda tertekan dan sakit hati. Bukan salah anda memiliki perasaan seperti yang anda ceritakan diatas. Jika sumber masalahnya ada pada suami, maka yang harus dibereskan adalah suami anda. Jika dia sembuh dari kecanduannya maka anda juga akan sembuh dari rasa tertekan dan sakit hati.

Untuk menyembuhkan suami anda,ada beberapa saran yang bisa disampaikan:

  1. Pastikan bahwa suami anda menyadari bahwa kecanduannya pada pornografi adalah perbuatan buruk dan merugikan. Jika dia belum menyadari bahwa tindakannnya itu adalah tindakan yang buruk dan merugikan, maka dia tidak akan berubah. Menyadarkan bahwa perbuatannya itu tidak baik bagi dirinya, bagi istrinya dan bagi anaknya, serta tidak baik menurut hukum agama dan hukum sosial, lebih penting daripada memintanya untuk berhenti dari kecanduannya. Permintaan berhenti tidak akan ada gunanya jika dia belum menyadari bahwa yang dia lakukan adalah perbuatan buruk dan merugikan yang harus dijauhi.
  2. Untuk menyadarkan suami memerlukan waktu dan strategi yang tepat. Hindari instruksi dan perintah langsung. Karena permintaan langsung hanya akan membuat laki-laki/suami merasa diintervensi. Cobalah cara dengan menggugah rasa tanggung jawabnya sebagai ayah yang bertanggung jawab menjaga keselamatan istri dan anaknya dari perilaku yang buruk dan merugikan di dunia dan akhirat. Pakailah cara bertanya. Misal bertanyalah: “bang, menurut abang pornografi itu baik atau tidak?. Bagaimana jika anak laki-laki kita kecanduan pornografi ? apa yang harus aku lakukan, agar abang menghentikan nonton video porno? Sampai kapan abang mau seperti ini?” Dan seterusnya. Intinya jangan sampai suami anda merasa digurui. Tapi hendaknya dia merasa menjadi guru dan pendidik yang memberi nasehat kepada anda,anak dan orang lain.
  3. Bantulah suami anda mengahadapi kecanduannya itu. Bisa jadi,suami anda sudah mulai merasa,apa yang dia lakukan tidak baik, tapi belum bisa menghentikannya. Tunjukkan bahwa anda siap mendampinginya untuk menghadapi kecanduannya itu. Anda siap berdiri disampingnya untuk mensuportnya dalam mengahdapi masalah yang sedang dia hadapi.
  4. Berkonsultasi dengan ahli adalah cara terbaik. Para ahli bisa melihat masalah secara objektif dan adil, tidak dipengaruhi oleh emosi. Mereka bisa membaca masalah lebih jernih dan mencari solusi lebih tepat.
  5. Libatkan Allah untuk menyelesaikan masalah suami anda. Lantunkan doa.agar Allah menjauhkan dan melepaskan dari kecintaan pada pornografi. Allah maha pengabul doa yang dipanjatkan hamba-hambaNya. Jika belum dikabulkan sekarang, pasti Allah akan mengabulkannya dimasa yang akan datang.

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat. wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc