Tentang Kata *Pegat*

Pernikahan & Keluarga, 28 September 2024

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum ustad.. Izin bertanya.. Saya mau bercerita.. Saya dan suami asli Suku Sunda ustad.. Indonesia kan mempunyai beragam jenis suku.. Salah satunya ada suku Sunda. Suku Jawa. Suku batak. Dll... Yang tiap Suku mempunyai beragam bahasa juga... Langsung ke intinya saja.. Contohnya kata PEGAT. Kata pegat untuk orang Jawa artinya cerai.. Kata CERAI itu bahasa Indonesia.. Kata Talak itu dari Bahasa Arab.. Kata istilah *PEGAT* ada juga dari Suku SUNDA ustad.. Bukan hanya bahasa orang orang Jawa saja.. 

Misal kata PEGAT yg biasa digunakan sehari2 oleh suku Sunda contohnya.. : SENDAL PEGAT. atau LAYANGAN PEGAT.. Bagi kami Suku Sunda jarang mendengar SENDAL CERAI atau LAYANGAN TALAK.. Dalam bahasa indonesia SENDAL COPOT.. Misal contohnya dibikin kalimat seperti ini MENGGUNAKAN BAHASA SUNDA :.. Ada seorang istri yg bilang kepada suaminya dengan kalimat seperti ini *A .. Tadi budak teh lulumpatan trus SENDALNA PEGAT (B.indo: A tadi anak kita lari lari trus sendalnya copot) Lalu suaminya menjawab : IYA PEGAT.. 

Nah kata *IYA PEGAT* disini mungkin bagi suku Jawa artinya IYA CERAI.. Sedangkan bagi kami orang Sunda.. IYA PEGAT itu ya maksudnya sendalnya yg copot konteksnya  pun berbeda.. Dan tentu saja tidak ada niat kesana.. (Tentang perceraian.. Nah yg ingin saya tanyakan bagaimana hukumnya ustad saat si suami bilang kata *IYA PEGAT...* .. 

Masa iyaaa.. Dianggap sebuah perceraian..???Sedangkan bahasa di Negara Indonesia itu beragam.. Artinya pun berbeda beda.. kata TULANG aja kalo buat suku Sunda ya tulang ayam.. Tulang ikan.. Tp kalo untuk SUKU BATAK.. Tulang itu artinya seorang PAMAN.. Lalu SATU kata (ISTILAH) PEGAT. MEGATKEUN ATAU PEGATAN ATAU CERAI. MENCERAIKAN.. Atau kata TALAK. Jika kata katanya berdiri sendiri tanpa SUBJEK OBJEK dan PREDIKAT.. Apakah tetap akan jatuh talak ustad..? Setau saya KALIMATNYA HARUS LENGKAP di ucapan dan ditujukan ke siapa kan ya ustad??.. 

Misal ada seorang istri yg bercerita ke suami yg sama sama suku Sunda bukan Jawa.... Kebetulan dicerita itu ada kata pegat atau MEGATKEUN.. Si istri Menceritakan orang lain maksudnya disini.. Tidak akan jatuh talak kan bagi si orang yg menceritakan.. ? Misal si istri Sedang bercerita tentang orang lain ke suaminya lalu bilang ke suaminya...IYAA JADINYA TEH PEGAT YA AAaa. Trus suami jawab IYA PEGAT.. Nah pdhl konteksnya tidak mengarah kesana.. Tentang perceraian.. Ini gimana ustad??? Bisa aja bagi suku Sunda pegat itu sama kayak contoh sendal pegat tadii.... 

Dan yg paling penting tergantung dr NIAT si pengucap kan ya ustad? Sekalipun disitu pernah terucap ada kata cerai atau pegat atau megatkeun yg katanya tidak lengkap dan tidak berbentuk sebuah kalimat tidak ada subjek objek predikat....walaupunn  pegat Dalam bahasa jawa artinya cerai.. Tp bagi kami yg suku Sunda.. Asing dengan kata pegat itu.. Apalagi... Misal niatnya hanya bercerita saja.. Menceritakan orang lain misalnya.. 

Karena kami taunya ya tentang KATA CERAI DAN TALAK SAJA.. Bukan kata pegat suku Jawa.. Karena kata pegat maknanya saja sudah berbeda bagi suku Sunda dan suku Jawa.. Mohon pencerahan nya ustad... 

Terimakasih Assalamu'alaikum



-- Hamba Allah (Karawang)

Jawaban:

sudah dijawab di tiket 21620



-- Amin Syukroni, Lc