Assalamu'alaikum Warahmatulloh Ustad
Ijin bertanya, ketika berfantasi dengan sengaja ataupun melihat yang mengakibatkan adanya rangsangan, tidak diketahui apakah sampai keluar madzi, wadi, ataupun mani (kemungkinan keluar) tapi tidak dapat dirasakan secara pasti karena tidak dapat dikontrol layaknya kencing. Ketika dicek celana tidak terdapat ataupun tidak yakin terdapat bekas keluar dan atau tidak terdapat bau yang mungkin karena madzi, wadi, atau mani tersebut telah kering ataupun sebab yang lainnya. setahu saya madzi dan wadi tersebut najis, sedangkan kalau mani tidaklah najis. Pertanyaan saya ustad :
1. Apakah benar madzi dan wadi itu najis sedangkan mani tidak najis? bagaimana membedakan ketiga cairan tersebut?
2. Jika kejadian seperti di atas, dan pakaian yang dipakai tidak secara yakin terdapat madzi, wadi, atau mani bagaimana hukumnya memakai celana tersebut untuk sholat, apakah sah sholatnya?
3. Jika dalam keadaan puasa sunnah maupun wajib, apakah hal tersebut (keluarnya madzi, wadi atau mani) mengakibatkan puasa batal dan apakah wajib untuk mandi besar?
Atas perhatian dan jawaban ustad saya sampaikan terima kasih
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Berikut pertanyaan dan jawaban atas pertanyaan pertanyaan anda :
1. Apakah benar madzi dan wadi itu najis sedangkan mani tidak najis? bagaimana membedakan ketiga cairan tersebut?
2. Jika kejadian seperti di atas, dan pakaian yang dipakai tidak secara yakin terdapat madzi, wadi, atau mani bagaimana hukumnya memakai celana tersebut untuk sholat, apakah sah sholatnya?
Selama anda yakin tidak ada bekasnya (basah dan bau), maka in syaa Allah tidak berdampak pada hukum
3. Jika dalam keadaan puasa sunnah maupun wajib, apakah hal tersebut (keluarnya madzi, wadi atau mani) mengakibatkan puasa batal dan apakah wajib untuk mandi besar?
Kalau Madzi dan Wadi tidak membatalkan puasa, tetapi Mani jika keluarnya dengan disengaja, maka hal tersebut membatalkan puasa, namun kalau tidak dengan sengaja, maka tidak membatalkan puasa
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
wassalaamu 'alaikum wrwb.