Assalamualaikum wr wb. Akhir akhir ini saya jadi sangat takut berhutang budi kepada orang lain, saya berusaha mengucapkan terimakasih, mengucapkan Jazakallah Khairan, mendoakan kebaikan, memohonkan ampunan bahkan bersedekah untuk orang orang tersebut karena saya takut Allah juga akan memberikan pahala semua kebaikan/amal ibadah apapun yang saya lakukan selama 1hari penuh. meskipun saya tahu tanpa mengurangi pahala saya.
bahkan saya takut keluar malam hari karena saya takut Allah akan memberikan pahala semua kebaikan dan amal ibadah apapun yang saya lakukan selama sehari mulai.malam.itu sampai besok malam kepada siapapun orang yang telah memberi lampu penerangan jalan umum. jika ada yg berbuat baik pada saya hari itu, saya tidak akan membeli barang baru apapun karena saya berpikir jika apapun barang yg saya beli hari itu pahalanya juga akan mengalir kepada orang yang sudah berbuat baik kepada saya hari itu. saya sangat tersiksa dengan.perasaan saya ini ustadz, mohon.penjelasannya. terimakasih Jazakallah khaiiran Wassalamualaikum
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Dalam pandangan Islam perasaan anda tersebut aneh, dan hal tersebut bisa masuk dalam kategori penyakit hati yang harus kita jauhi sejauh jauhnya, justru sebaliknya sebagai orang muslim kita harusnya sangat bersenang hati kalau bisa membantu orang lain untuk mendapatkan banyak manfaat dunia dan pahala di akhirat, karena dengan demikian kita akan dicintai Allah, karena orang terbaik dalam Islam itu justru orang yang bisa memberi manfaat untuk orang
Banyak hadits yang berkaitan dengan hal tersebut diantaranya,
“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di hadapan beberapa orang, lalu bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan sebaik-baik dan seburuk-buruk orang dari kalian?” Mereka terdiam, dan Nabi bertanya seperti itu tiga kali, lalu ada seorang yang berkata: “Iya, kami mau wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami sebaik-baik dan buruk-buruk kami,” beliau bersabda: “Sebaik-sebaik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan sedangkan keburukannya terjaga…” Hadits riwayat Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 2603)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ رضي الله عنه أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ «مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ» رواه الترمذى
“Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ada seorang Arab Badui berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” beliau menjawab: “Siapa yang paling panjang umurnya dan baik amalannya.” Hadits riwayat Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahihut Targhib wat Tarhib (no. 3363).
“Jabir radhiyallau ‘anhuma bercerita bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” Hadits dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 3289).
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamju 'alaikum wrwb.