Mengganti Jenis Solat

Sholat, 14 Agustus 2025

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum. Saya memiliki penyakit waswas yang mana selalu saya lawan. Namun untuk kasus satu ini saya tidak yakin apakah termasuk waswas atau bukan.

Seringkali ketika sedang melaksanakan suatu solat, tiba-tiba saya lupa dengan solat yang saya lakukan dan mengira bahwa saya sedang melakukan solat yang lain. Contohnya saya sedang solat zuhur, namun di rakaat tertentu saya mengira saya sedang melakukan solat asar. Pikiran ini biasanya langsung hilang 1-2 detik, kemudian saya teringat solat yang sebenarnya sedang saya lakukan adalah solat zuhur.

Jadi saya bukan tiba-tiba berniat untuk mengganti solat, akan tetapi saya mengira sedang melakukan solat yang berbeda.

Apakah ini termasuk mengubah niat dalam solat, yang mana membatalkan solat saya? Terutama dalam pandangan madzhab Syafii, bilamana memang ada bahasannya. Jazakallahu khairan

 

 



-- Muhammad (Depok)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wrwb.
 
Perasaan ragu atau pikiran yang muncul saat shalat, seperti mengira sedang melakukan shalat lain, dalam pandangan madzhab Syafi'i, terutama jika hanya sebentar dan langsung hilang, umumnya tidak membatalkan shalat. Ini termasuk dalam kategori wawas yang semestinya diabaikan, karena niat shalatnya sudah tertanam dalam hati.
 
Dalam madzhab Syafi'i, niat dalam shalat harus ada di dalam hati dan tidak harus dilafalkan. Niat ini sudah tertanam ketika takbiratul ihram atau mendekati takbiratul ihram. 
Jika pikiran atau keraguan itu hanya sebentar dan tidak sampai mengubah niat secara sadar, maka itu termasuk waswas yang diabaikan. 
 
Dalam kasus anda, pikiran bahwa anda sedang melakukan shalat lain yang hanya berlangsung 1-2 detik, lalu anda kembali ingat shalat yang sedang dilakukan, ini termasuk waswas yang diabaikan. 
Para ulama menganjurkan untuk tidak terlalu memperhatikan waswas seperti ini, karena jika terlalu dipikirkan, bisa memperparah kondisi waswas. 
Jika waswas berlanjut, maka sering seringlah memohon perlindungan kepada Allah, perbanyak zikir, dan jangan terlalu fokus pada keraguan tersebut
 
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan riodho-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab
 
Wassalaamu 'alaikum wrwb,


-- Agung Cahyadi, MA