Istri Tidak Menghargai

Pernikahan & Keluarga, 3 September 2025

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Ustad, saya mau tanya, sy sudah menikah 7 tahun, bertambanya usia perkawinan sy, istri sy semakin tidak menghargai sy, stiap ada apa2 sy selalu terakhir yg tau, setiap sy mengingatkan/menasihati slalu di bantah, contoh: pernah sepeda dia rusak, dia lebih utama minta tolong pada temn2 laki2nya, dr pd sy, padahal jarak saya n dia waktu itu ndak lebih dr 1km, n akhirnya tanpa izin dengan sy, dy pulang di binceng teman laki2nya. Pernah juga dia tanpa izin dgn sy berboncengan dengan teman laki2nya waktu kembali ke tempat kerja, padahal jarak sy n dy cuma 50 meter, waktu sy tegur dia bilang kasian dengan temannya tidak ada sepeda buat kembali, padahal, tisak ada 5 menit ada mobil operasional perusahaan yg mengantar prodak ke gudang yg sama di tuju dgn laki2 itu. Pernah juga waktu sy pulang kerja, dy marah2 ke sy tp penyebabnya karna dia ada masalah dgn orng lain.

Pertanyaan sy ustad, sy harus bagai mana untuk menghadapi istri yg tidak menghargai sy? Padahal sy berusaha menyenangkan istri n anak sy, semua permintaan sudah sy usahakan terpenuhi, sy mengingatkan/menasehati pun dengan bicara sopan.



-- Panjol (Surabaya)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Anda merasa bahwa istri tidak lagi menghargai Anda setelah usia pernikahan memasuki tahun ke-7. Di antara sebab yang membuat Anda berkesimpulan demikian adalah karena Anda sering menjadi orang terakhir yang diberi tahu ketika ada sesuatu, istri lebih dulu meminta tolong kepada orang lain daripada kepada Anda, padahal sebenarnya Anda mampu menolong. Selain itu, Anda merasa bahwa nasihat Anda sering diabaikan.

Perlu dipahami, ada beberapa perkara penting yang harus dijaga seorang suami agar istri tetap menghargai dan menghormatinya, di antaranya:

  1. Kecukupan nafkah.
    Suami yang menunaikan kewajiban memberi nafkah lahir kepada istri dan anak dengan baik, akan lebih dihargai dan diperhatikan. Karena istri merasa aman, kebutuhan hidupnya dicukupi, dan terlindungi. Namun, jika istri bekerja dan mendapatkan penghasilan sendiri, terkadang timbul rasa tidak membutuhkan suami, sehingga penghargaan kepada suami bisa berkurang.
  2. Ketegasan sikap.
    Suami harus memiliki ketegasan dalam bersikap dan mengambil keputusan. Jangan terlalu sering menyerahkan urusan penting kepada istri tanpa arahan. Sikap yang mengambang membuat istri merasa suami tidak bisa diandalkan. Padahal, perempuan sangat menyukai kepastian dan ketegasan.
  3. Kepedulian tanpa menunggu diminta.
    Istri sangat membutuhkan perhatian, perlindungan, dan bantuan dari suami, bahkan tanpa harus diminta. Jika istri selalu harus meminta tolong, ia bisa merasa suaminya tidak peka. Akhirnya, ia merasa lebih nyaman meminta bantuan orang lain.
  4. Perlindungan dan rasa aman.
    Pada fitrahnya, perempuan ingin dilindungi dan merasa aman di sisi suaminya. Jika suami kurang memberi perlindungan lahir maupun batin, istri bisa merasa sendirian dalam menghadapi hidup.
  5. Komunikasi yang baik. Suami perlu membuka ruang komunikasi yang baik dengan istri, bukan hanya dalam urusan penting, tetapi juga dalam keseharian. Komunikasi yang baik dapat menumbuhkan kembali rasa hormat dan keterikatan batin.

Demikian yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat dan menjadi jalan perbaikan dalam rumah tangga Anda. Wallahu a’lam bish-shawab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc