Was Was OCD Mandi Wajib

Thaharah, 2 November 2025

Pertanyaan:

Assalamualaikum pak ustadz. Jadi 1 bulan lebih ini OCD saya kambuh. Saya merasa sudah junub padahal sedang tidak keluar mani. Cuman perasaan aneh aja seperti "tadi keluar mani gak yah" karena kadang saya suka mikir hal kotor. Bagaimana cara mengakali was was ini pak ustadz?



-- Muhammad Wahyu (Sampit )

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

OCD adalah penyakit yang harus diterapi, dan waswas adalah penyakit yang dimanfaatkan setan untuk mengganggu dan merusakn agama seserorang, yang karenanya wajib untuk dilawan dengan cara tidak menganggapnya

Berikut beberapa kita untuk mengatasi waswas :

1). Ta’awudz dan Mengabaikan Was-Was

Ketika merasa terganggu oleh was-was, maka berlindunglah kepada Allah dengan membaca ta’awudz:

 أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Arti: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Dari ‘Utsman bin Abil ‘Ash radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata:

يا رسولَ اللهِ حالَ الشيطانُ بيني وبين صلاتي وبين قراءتي قال: ذاك شيطانٌ يقالُ له خِنْزَبٌ فإذا أنت حَسَستَه فتعوذ باللهِ منه واتفلْ عن يسارِك ثلاثًا قال: ففعلتُ ذاك، فأذهبه اللهُ عزَّ وجلَّ عني

“Aku berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah menggangguku dalam shalat dan bacaanku, sehingga aku kesulitan. Maka Rasulullah bersabda: ‘Itu adalah setan yang disebut Khanzab. Jika engkau merasakannya, maka mintalah perlindungan kepada Allah dan meludahlah ke arah kiri sebanyak tiga kali.’ Maka aku pun melakukannya, dan Allah menghilangkan gangguan itu dariku.” (HR. Muslim no. 2203)

2). Mengabaikan bisikan tersebut dan tidak menuruti keraguan itu.

Abaikan, jangan Anda dengar, mendengar waswas apalagi menuruti adalah menghormati syetan. Jangan biarkan setan percaya diri menggoda anda, abaikan bisikannya, respon dengan ta’awudz, agar mereka minder dan menjauh. Mendengarkan nasehat orang gila lebih terhormat daripada Mendengar nasehat setan. Apalagi kita bahkan tak akan pernah mau mendengarkan nasehat orang gila. Setan lebih gila dari orang gila.

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:

إذا عَرَضَ له الوِسواسُ، فيلْجأْ إلى الله – تعالى – في دفعِ شرِّه، وليُعرِضْ عن الفكر في ذلك، ولْيَعلمْ أن هذا الخاطر من وسوسةِ الشيطان، وهو إنما يسعى بالفساد، والإغراء؛ فلْيُعرِضْ عن الإصغاء إلى وسوسته، ولْيُبادرْ إلى قطعِها بالاشتغال بغيرها”

“Jika seseorang mendapatkan waswas (bisikan/gangguan pikiran) dalam shalat, hendaklah ia berlindung kepada Allah Ta‘ala untuk menolak keburukannya, dan berpaling dari memikirkannya. Hendaknya ia menyadari bahwa pikiran tersebut berasal dari bisikan setan, dan setan itu tidak menginginkan kecuali kerusakan dan godaan. Maka janganlah mendengarkan bisikannya, dan segeralah memotongnya dengan menyibukkan diri pada hal lain.” (Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim).

Dalam Fatawa Islam no.  248161 (2014/1435)  juga terdapat keterangan,

وما تحققت أنه وسوسة فأعرض عنه ولا تلتفت إليه، فإن علاج الوساوس يكون بالإعراض عنها وألا يعيرها الشخص اهتماما، وإياك أن تستجيب له فيما يزينه لك من ترك الصلاة أو غير ذلك من المعاصي، بل داوم على طاعة الله، وابتعد عن معصيته سبحانه

Jika kamu sudah yakin bahwa itu adalah” was-was (bisikan setan), maka abaikan saja dan jangan menoleh kepadanya. Cara mengatasi was-was adalah dengan tidak menanggapinya dan tidak memberinya perhatian. Jangan sekali-kali mengikuti bisikan yang membujukmu untuk meninggalkan shalat atau melakukan maksiat lainnya. Sebaliknya, teruslah dalam ketaatan kepada Allah dan jauhilah segala bentuk kemaksiatan kepada-Nya”.

3). Salah satu kaidah fikih penting yang sangat membantu dalam menghadapi was-was adalah:

 اليَقِينُ لَا يَزُولُ بِالشَّكِّ

“Keyakinan tidak hilang karena keraguan.”

4). Perkuat Ilmu Fikih dan Aqidah

Was-was mudah menyerang orang yang kurang ilmu, terutama dalam hal fikih ibadah. Karena itu, belajar fikih shalat dan thaharah secara benar adalah senjata terbaik untuk melawan was-was. Seperti yang dikatakan Abu Hamid Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin:

الوسوسة محض الجهل.

 “Was-was itu murni berasal dari kebodohan.”

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamum 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA