Pertanyaan:
Solusi cara bertaubat menikah dengan selingkuhan apa masih diterima oleh Allah
--
Agus (Jakarta)
Jawaban:
Assalaamu 'alaikum wrwb.
Dalam Islam, pintu taubat selalu terbuka bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh menyesali perbuatan dosa, termasuk dosa perselingkuhan dan perzinaan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Mengenai apakah taubat seseorang yang akhirnya menikah dengan selingkuhannya masih diterima, jawabannya adalah In syaa Allah bisa ditertima asalkan taubat tersebut memenuhi syarat taubat nasuha.
Berikut adalah solusi dan cara bertaubat nasuha setelah berselingkuh dan menikah dengan selingkuhan :
Taubat tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus disertai tindakan nyata :
- Memutuskan segala hubungan maksiat dengan pasangan selingkuh, menghapus kontak, dan tidak mengulanginya lagi.
- Menydesali kesalahan, merasa takut kepada Allah atas dosa yang dilakukan, dan membenci perbuatan tersebut.
- Memiliki tekad dan niat yang sangat kuat untuk tidak kembali ke jalan maksiat tersebut.
- Tidak menceritakan perbuatan zina tersebut kepada siapapun.
- Melakukan banyak amal shaleh, seperti memperbanyak istighfar, sedekah, dan beribadah untuk menghapus dosa-dosa terdahulu.
Pernikahan setelah perselingkuhan (zina) diperbolehkan jika kedua belah pihak sudah benar-benar bertaubat nasuha. Namun, perlu dipahami bahwa:
- Pernikahan bukanlah penghapus otomatis dosa zina.
- Dosa zina hanya bisa dihapus dengan taubat nasuha (menyesal, berhenti, berniat tidak mengulangi).
- Jika pernikahan terjadi dalam keadaan salah satu masih terikat pernikahan lain (perselingkuhan terjadi saat masih punya suami/istri sah), maka pernikahan tersebut wajib dibatalkan terlebih dahulu, diselesaikan masa iddahnya, baru bisa dinikahkan kembali secara sah jika sudah bertaubat.
Allah berfirman yang artinya kurang lebih : "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. An-Nisa: 48).
Seseorang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh dari zina diibaratkan seperti orang yang tidak memiliki dosa.
Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Segera lakukan taubat nasuha, fokus memperbaiki rumah tangga yang sekarang, dan tutup rapat aib masa lalu.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA