Ibu Mertua Perokok

Pernikahan & Keluarga, 31 Januari 2026

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Afwan ustadz/ustadzah, saya izin bercerita latar belakang dulu.

Saya tinggal 1 atap dengan mertua, namun berbeda pintu masuk. Tetap 1 plafon. 
permasalahannya, Ibu mertua perokok hebat. Sedangkan saya, sangat ANTI ROKOK. Karena saya pernah mengalami sesak hingga perih rongga hidung, yang disebabkan karena asap rokok. Apakah boleh saya mengadu kepada Allah? Mendoakan keburukan kepada ibu mertua? Karena sudah berbagai cara, mulai dari perlahan menasehati tetap saja merokok. Sampai saling sindir dan menyebabkan tengkar hebat antara saya dengan mertua perihal rokok. Saya sangat benci rokok. Apakah boleh saya mendoakan keburukan segera terjadi kepada ibu mertua? Maaf sebelumnya. ?? terima kasih ustadz/ustadzah.



-- Fanni (Bogor)

Jawaban:

Wa’alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Apabila Anda membenci kebiasaan mertua yang merokok dan berharap beliau berubah, maka sebaiknya Anda mendoakan kebaikan untuknya. Mohonlah kepada Allah agar beliau diberi hidayah dan kekuatan untuk meninggalkan kebiasaan tersebut. Hal itu akan menjadi kebaikan bagi Anda sekaligus kebaikan bagi beliau. Janganlah mendoakan keburukan untuknya, karena doa yang buruk bisa saja berbalik membawa dampak yang tidak baik bagi diri Anda sendiri maupun bagi mertua Anda.

Nabi Muhammad dengan tegas melarang seorang Muslim mendoakan keburukan atas dirinya sendiri, anak-anaknya, maupun hartanya. Dalam hadits riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda:

لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لَا تُوَافِقُوا مِنَ اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبَ لَكُمْ

Janganlah kalian mendoakan keburukan atas diri kalian, jangan atas anak-anak kalian, dan jangan atas harta kalian. Jangan sampai kalian bertepatan dengan waktu mustajab, lalu Allah mengabulkan doa kalian itu.”

Beliau juga melarang berdoa untuk perbuatan dosa atau memutuskan tali silaturahim. Dalam hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda:

لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ

“Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa atau memutuskan silaturahim, dan selama ia tidak tergesa-gesa.”

Karena itu, bersabarlah dan iringi harapan Anda dengan doa yang baik serta sikap yang lembut. Bisa jadi, melalui doa yang tulus dan akhlak yang baik, Allah membuka hati mertua Anda untuk berubah.

Demikian yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish-shawab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc