Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Ustaz, izin bertanya.
Ketika saya bangun tidur, saya mendapati ada noda kuning di bagian belakang celana dalam saya. Saya berasumsi noda tersebut berasal dari lubang anus, namun sejujurnya saya tidak mengetahui secara pasti itu cairan apa. Sebelumnya saya juga pernah mengalami kejadian serupa beberapa kali, yaitu keluar cairan berwarna kuning dari lubang anus. Yang ingin saya tanyakan, apakah cairan tersebut termasuk najis? Jika memang najis, apakah saya harus mengganti sprei kasur? Apakah kasur juga perlu disucikan? Sementara saya tidak mengetahui secara pasti bagian mana dari kasur yang terkena, karena saat tidur saya sering bergerak. Pada akhirnya saya hanya mengganti sprei kasur. Apakah tindakan saya tersebut sudah tepat?
--
Rina (Jakarta)
Jawaban:
Wa'alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuh.
Kejadian sebagaimana yang anda sebutkan (keluar cairan kuning dari anus saat tidur) dalam fiqih Islam termasuk dalam kategori najis yang keluar dari salah satu dua jalan (qubul/dubur). Berikut adalah rincian jawaban berdasarkan hukum fikih:
Cairan yang keluar dari anus (termasuk lendir, nanah, atau cairan kuning) hukumnya adalah najis.Membatalkan Wudhu: Keluar cairan tersebut, baik banyak maupun sedikit, membatalkan wudhu.
Jika anda mengidap wasir, fistula, atau kondisi medis yang menyebabkan hal ini keluar secara terus-menerus tanpa bisa ditahan (daimul hadats), maka hukumnya dimaafkan (ma'fu) saat salat, namun tetap harus menyucikan diri sebelum salat.
Tindakan anda mengganti sprei sudah tepat. Sprei yang terkena najis tersebut wajib dicuci hingga bersih (hilang warna, bau, dan rasanya).
Jika cairan tersebut tembus ke kasur, maka kasur tersebut perlu disucikan. Najis di kasur adalah najis mutawassithah (menengah).
Jika anda tidak mengetahui pasti bagian mana yang terkena, anda hanya wajib menyucikan bagian yang anda duga kuat terkena noda (bekas kuning). Caranya:
Jika masih basah, keringkan dengan tisu/lap. Jika sudah kering, pastikan noda kuning tidak menempel lagi
Tuangkan air suci pada area yang terkena noda/bau hingga merata.
Keringkan dengan lap kering atau jemur. Kasur menjadi suci meskipun air meresap ke dalam.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberiukan kemudahan, taufiq dan roidho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA