Assalamualaikum pa ustadz sayang mau bertanya apa yang harus saya lakukan karna suami saya belum bisa menerima anak saya di karenakan anak saya nakal. Dan suami saya selalu membanding bandikan dengan anak'y yang penurut. Sering suami saya berkata kalo dia menyesal sudah meninggalkan anak'y meskipun Masi sering ketemu dan ngasi uang jajan ke anak'y Saya jadi serba salah pa ustadz. Apakah saya harus mempertahankan apa mengikhlskan suami saya kembali ke mantan istrinya dan bersama anak'y terimakasih pa ustadz wassalamu'alaikum
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Ketika seorang laki-laki hendak menikahi perempuan yang sudah memiliki anak, maka ia harus siap menanggung konsekuensi dari pernikahan tersebut, termasuk menerima keberadaan anak tirinya. Baik maupun kurang baiknya perilaku anak tiri menjadi tanggung jawab bersama dalam rumah tangga.
Jika anak tiri memiliki perilaku yang kurang baik, maka hal itu seharusnya dipandang sebagai kesempatan untuk membina dan mendidiknya agar menjadi lebih baik di kemudian hari. Tidak sepatutnya seorang ayah tiri merendahkan anak tirinya, apalagi dengan membanding-bandingkannya dengan anak kandungnya sendiri.
Dalam menghadapi suami yang belum siap menerima kondisi anak tiri, istri sebagai ibu kandung hendaknya mengajak suaminya untuk bersama-sama mengasuh dan mendidik anak tersebut. Upaya ini bisa dilakukan melalui musyawarah, mencari jalan terbaik demi kebaikan anak dan keharmonisan keluarga.
Namun, apabila suami tetap tidak berkenan terlibat dalam pengasuhan dan sikapnya justru merugikan istri serta anak tiri, maka tidak mengapa bagi istri untuk mempertimbangkan langkah demi kebaikan bersama, termasuk meminta suami untuk menceraikannya. Jika suami tidak berkenan, maka sudah seharusnya ia berusaha mengubah sikap dan cara pandangnya terhadap anak tiri.
Demikian yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishawab. (as)