Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.. pak ustadz, bagaimana sikap kita terhadap mertua dan ipar perempuan yang terlalu ikut campur urusan rumah tangga kami dan maunya mengatur segalanya. Bahkan sampai hal sepele seperti cara menyuapi anak, menyekolahkan anak terlalu dini, cara berpakaian, bahkan aturan di rumah mengenai pembantu saya saja turut dikomentari. Tapi bukan menasihati ya. Padahal ipar sudah pisah rumah. jika saya menjelaskan alasan saya ternyata itu hal yg tidak mereka sukai, komentarnya menyakitkan.
Suami saya sekarang ini juga tidak akur dengan ipar karena ada kata-katanya ada yang menyakiti suami. Dan ipar memutus tali silaturahmi dengan suami dan saya. Saya pun akhirnya ikut dimusuh dan dicueki ipar. Sekarang ibu mertua yang serumah dgn saya pun ikut marah. Karena ada ucapan saya mengenai ipar, dimana saya mengeluh mengenai ipar yang memutus silaturahmi, ternyta menyinggung bliau (ibu mertua).. Saya sudah meminta maaf, tapi beliau masih marah.
Posisi saya serba salah. Satu rumah, tapi diam-diaman. Saya menyapa, dan lain-lain, tapi sikapnya dingin. Kami ingin pisah rumah, tapi anehnya tidak diizinkan. Sejauh apa hubungan menantu - mertua, ipar yang seharusnyn dan sesungguhnya? Apa yang diizinkan dan yang tidak?
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Menyikapi ipar yang ikut campur dalam urusan rumah tangga, serta ibu mertua yang juga terlibat bahkan sampai membenci anak dan menantunya karena terpengaruh sikap tersebut, maka ada beberapa saran yang dapat kami sampaikan, antara lain:
Demikian yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish-shawab. (as)