Orangtua Sakit

Akhlaq, 2 April 2026

Pertanyaan:

assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. saat ini bapak saya usia sekitar 80an sedang sakit, kondisi pendengaran berkurang (sering hanya komunikasi dengan membaca gerakan bibir/mulut), sering marah2 ketika keinginan beliau tidak langsung ditanggapi padahal berkaitan dgn pendegaran beliau, sudah tidak kuat berjalan sendiri alias harus dituntun, susah tidur terutama malam hari, sakit kepala/vertigo. saat ini beliau tinggal di kampung/desa/jawa tengah dimana dirawat/dibantu oleh keponakan & tetangga.

saya anak 1-1 nya, rumah saya di tangerang dengan kondisi keuangan yg tidak berlebih, dgn anak 4 yg paling kecil sekolah SMA, rumah saya cuma ada 3 kamar dan diantara anak kami tidur diruang tengah/bukan kamar. sebenarnya saya ingin membawa bapak saya tinggal serumah dengan kami, namun kondisi kami tidak memungkinkan. karena bapak saya setiap saat harus sering/selalu ditemani. bagaimana/apa yang saya harus lakukan Ustaz..? sementara ini saya baru sekedar menengok bapak saya bbrp bln sekali dgn meninggalkan uang sekedarnya. terimakasih.



-- Nasoka (Tangerang)

Jawaban:


Wa'alaikumussalaam warahmatullahi wa barakaatuh.
 
Kondisi Bapak (80an) dengan gangguan pendengaran, dan mobilitas terbatas, ditambah posisi anda di Tangerang dengan 4 anak, adalah situasi yang sangat dilematis.
 
Jangan merasa bersalah atau menganggap diri anak yang durhaka. Islam adalah agama yang realistis. Jika membawa Bapak ke Tangerang justru membuat beliau tidak nyaman (tidak ada yang menemani penuh, rumah sempit) atau membuat rumah tangga anda sendiri hancur secara ekonomi, maka itu bukan pilihan yang bijak.
 
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil berdasarkan prinsip Birrul Walidain (berbakti kepada orang tua) dalam kondisi keterbatasan :
 
1). Karena Bapak saat ini dirawat oleh keponakan dan tetangga, fokus anda adalah memastikan mereka bisa merawat dengan baik dan mereka merasa dihargai.
  • Jalin komunikasi intensif dengan keponakan. Jika ada dana lebih, jadikan uang yang anda berikan sebagai "gaji" atau insentif bulanan (bukan sekadar uang jajan) agar mereka lebih telaten dan merasa bertanggung jawab penuh.
  • Minta tolong tetangga dekat atau kader desa untuk memantau. Pastikan ada nomor HP dokter atau perawat Puskesmas yang bisa dipanggil ke rumah.
  • Pastikan lingkungan tempat Bapak tinggal aman: toilet tidak licin (pasang pegangan), pencahayaan cukup, dan tempat tidur tidak terlalu tinggi untuk mencegah jatuh.
2). Komunikasi Yang Bijak
  • Karena pendengaran Bapak berkurang, bicaralah dengan pelan, jelas, menghadap muka beliau, dan gunakan isyarat tangan. Jangan berteriak karena akan membuat beliau tersinggung.
  • Sulit tidur sering dipicu gerakan mendadak. Minta perawat (keponakan) memastikan Bapak bangun tidur secara perlahan (duduk dulu beberapa saat sebelum berdiri). Posisi tidur sebaiknya menggunakan 2 bantal agar kepala lebih tinggi.
  • Ketika beliau marah, itu adalah ekspresi ketakutan dan kebingungan. Dengarkan, validasi perasaannya ("Iya Pak, saya mengerti Bapak kesal..."), dan jangan mendebat saat beliau sedang marah.
3). Solusi Finansial
  • Sisihkan anggaran, meski kecil, khusus untuk kebutuhan obat/vitamin Bapak, terpisah dari uang harian.
  • Jika keponakan bekerja, pertimbangkan mencari asisten rumah tangga atau warga lokal paruh waktu khusus untuk menemani Bapak, jika keuangan memungkinkan.
4. Bakti dari Jauh
  • Jika Bapak masih bisa melihat layar, lakukan video call secara rutin agar beliau merasa ditemani dan tidak kesepian.
  • Saat menengok, gunakan waktu untuk mendengarkan cerita beliau, memijat, atau membersihkan tempat tidur, bukan hanya memberi uang.
  • Doa anak kandung adalah senjata paling ampuh. Doakan kesehatan dan kenyamanan beliau di masa senja. 
Merawat orang tua yang sakit adalah jalan surga. Apa yang anda lakukan saat ini—meski dari jauh—adalah wujud bakti. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Lakukan yang terbaik, jujur pada kondisi keuangan, dan pastikan Bapak mendapatkan perawatan fisik yang layak di kampung. 
Semoga Bapak diberikan kesabaran dan kesembuhan, dan anda diberikan kekuatan serta rezeki yang cukup. 
 
Demikian, semoga Allah berkenan  untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
 
Wassalaamu 'alaikum wrwb.


-- Agung Cahyadi, MA