Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Allah selalu merahmati ustadz dan tim. Saya mau bertanya ustadz, waktu itu di bulan agustus saya dan suami sedang sering bertengkar, lalu saya minta cerai ke suami, 3 hari kemudian suami berkata "jika sampai bulan desember kamu ga bahagia hidup sama saya maka jatuh talak 1". Lalu setelah berkata seperti itu, saya merasa sedih karena dalam hati kecil saya, saya tidak mau cerai. Lalu pada hari hari setelah itu, saya coba memperbaikin hubungan saya dengan suami, dan muncul rasa syukur kalo saya punya suami seperti suami saya. Suami saya pun terlihat berusaha membahagiakan saya, dan saya merasa bahagia. Pertanyaannya apakah talak tersebut batal ketika saya merasa bersyukur dan bahagia sebelum bulan desember?
Lalu setelah itu, di bulan oktober, karna suatu permasalahan, saya di talak suami saya karena saya melakukan kesalahan fatal. Dengan kalimat jelas "kamu saya talak, saya jatuhkan talak 1 sama kamu"
Setelah di talak di bulan oktober itu, saya di rujuk kembali seminggu kemudian setelah di ucap talak. Namun, pada bulan oktober sampai desember itu, saya sering merasa sedih, namanya hidup, ada sedih dan bahagia, namun lebih banyak sedih nya karena permaslaahan kami cukup besar dan fatal, sedih karena saya merasa bersalah, bukan karena tidak bahagia hidup sama dia.. pertanyaan saya, dari cerita saya tersebut, apakah itu jatuh talak 1 saja (pada bulan oktober) atau jatuh talak 2 ketika saya banyak sedih pada rentang oktober-desember?
Walaupun saat ini kondisinya terhitung rujuk karena kami tetap melakukan hubungan suami istri. Namun saya ragu akan jumlah talak nya. Mohon penjelasannya ustadz
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Dalam permasalahan yang Anda hadapi, ada beberapa hal yang perlu dijelaskan:
Demikian yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish-shawab. (as)