Suami Cuek Tidak Mesra

Pernikahan & Keluarga, 11 Juni 2026

Pertanyaan:

Saya mempunyai 3 org anak, waktu itu Saya pernah mergokin chat mesum suami saya yang memuji-muji wanita lain & pernah bilang "pengen" lalu siperempuan bilang sedang ada tamu,, trus jika dirumah selalu main hp, baik ya hanya saat jika ingin berhubungan saja, untuk kesehariannya biasa saja dan lebih sering sensitif marah, saya harus bagaimana dok? Dan sampai skr pun kami hanya melakukan hubungan suami istri jarang bisa dbilang seminggu sekali atau 2minggu sekali.



-- Icha (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Menanggapi apa yang Anda sampaikan pada pertanyaan di atas, kami dapat memberikan tanggapan sebagai berikut:

  1. Chat mesum yang dilakukan suami Anda merupakan perbuatan yang tidak pantas dan berbahaya.

Perbuatan tersebut dapat menjadi pintu menuju dosa yang lebih besar, yaitu dari zina mata, zina lisan, dan zina hati menuju zina yang sesungguhnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ

"Ditetapkan atas anak Adam bagian dari zina yang pasti akan mengenainya. Zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lisan adalah berbicara, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah melangkah, dan hati berangan-angan serta berkeinginan. Kemudian kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakan semuanya." (HR. Muslim no. 2657).

Karena itu, sampaikan kepada suami Anda dengan cara yang baik bahwa perilaku tersebut membuat Anda merasa khawatir, terluka, dan tidak aman. Jelaskan pula bahwa tindakan tersebut dapat mengancam keharmonisan serta keutuhan rumah tangga.

  1. Jangan terburu-buru menuduh, tetapi lakukan evaluasi terhadap kondisi keluarga.

Sebelum menyimpulkan hal-hal yang lebih jauh, cobalah mengevaluasi perjalanan rumah tangga selama ini. Apakah suami sedang menghadapi masalah pekerjaan, tekanan ekonomi, kelelahan fisik, atau persoalan lain yang membuatnya stres? Tidak sedikit masalah dalam hubungan suami istri yang dipengaruhi oleh tekanan hidup yang sedang dihadapi salah satu pihak.

Tentu saja, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan perbuatan yang salah. Namun memahaminya dapat membantu Anda menentukan cara yang tepat dalam menyelesaikan masalah.

  1. Lakukan pendekatan yang baik untuk membantu suami memperbaiki perilakunya.

Berusahalah membangun komunikasi yang hangat dan terbuka dengan suami. Hindari tergesa-gesa menyalahkan atau menghakimi dirinya. Sebaliknya, evaluasilah kualitas komunikasi dan hubungan Anda berdua selama ini. Bisa jadi sebagian perilaku negatif yang muncul merupakan buah dari komunikasi yang kurang baik, jarak emosional yang semakin melebar, atau kebutuhan masing-masing yang tidak tersampaikan dengan baik.

Oleh karena itu, fokuslah pada upaya memperbaiki hubungan, memperkuat komunikasi, dan membangun kembali kedekatan emosional antara Anda dan suami. Dengan cara tersebut, peluang terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik akan semakin besar.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan semoga Allah memperbaiki keadaan rumah tangga Anda serta menjaga keluarga Anda dari segala bentuk fitnah dan perpecahan. Wallahu a'lam bish-shawab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc