Assalamu'alaikum...
Ustad mohon maaf lagi dengan pertanyaan saya ini, ustad saya sudah mengamalkan Mazhab Maliki seluruhnya baik dari segi najis, wudhu sholat dan mandi junub, Dan sya SDH jalani bahwa mensucikan najis dalm mazhab Maliki hukumnya sunnah,jadi ketika ada najis baik badan pakaian dgn tubuh saya.
Tapi entah mengapa dalam hati saya msih ada yang janggal,ketika saya di sentuh istri dgn anak sya.saya TDK mau.bahwa mereka membawa najis.walaupun itu saya TDK melihat ada najis pada mereka..pakaian saya jatuh di lantai saya cuci kembali..padahal saya ini Sudah mengamalkan Mazhab Maliki seluruhnya,tetapi hati saya ttp masih merasa was was sekali,kran saya berfikir hnya Mazhab Syafi'i yg kuat dalam hal fiqih.
Sampai-sampai orang tua ingin berjabat tangan dengan saya slalu sya tolak ustadz.saya merasa berdosa sekali pada beliau,. kasian hdup saya ustad.anak dgn istri saya. Apalagi dengan najis madzi,saya klau dipeluk istri sesaat saja.madzi saya cpt keluar,.saya orang cepat kluar madzi,sehari itu saya smpai 6x ganti celana,.capek saya belepotan dgn najis ustad.
Walaupun saya sdh mngalmakn Mazhab Maliki.saya sdah permantap hati saya untuk mengikuti madzhab Maliki,tetapi hati saya msh janggal dan hanya Mazhab Syafi'i yg kuat dalam hal fiqih..takut di hari akhirat nnti saya akan dimintai pertanggung jawaban,.selalu terlintas dalam pikiran saya.saya akn di siksa sholat membawa najis..karna saya mengamalkan Mazhab Maliki..karena saya pernh baca orang awam itu bisa mengikuti lbih dari satu mazhab..saya org awam ustad minim ilmu,aplg dgn kondisi saya yg was was. Tolong saya ustad,bntu saya ustad.demi kesembuhan saya..
Tidak berdosakh saya mngalmakn Mazhab Maliki seutuhnya,dan apa akn TDK di Siska nnti dsnaa karena saya mengamalkan Mazhab Maliki?karna di indonesia bermazhab Syafi'i.dan itu harus di ikuti
Jazakumullahu Khairan
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Bersuci dalam madzhab Maliki sangat memperhataikan prinsip kemudahan, sehingga pandangan seperti menganggap sentuhan anggota keluarga atau lantai yang tidak terlihat najis sebagai hal suci adalah sah dan benar.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.