Permasalah Keluarga

Pernikahan & Keluarga, 21 Juli 2026

Pertanyaan:

Assalammualaikum wr wb. Ijin konsultasi terkait pasangan yg membanding bandingkan keluarga pasangannya. Ketika kluarga saya ingin mengajak rekreasi bersama anak cucu nya tetapi istri tidak mau. Karena keluarga istri tidak pernah mengajak rekreasi bersama anak cucunya. Hal seperti ini sering mengganjal di hati saya, Dan saya sebagai suami terus mengalah. Dan akhir orang tua saya suami kecewa. Bagaimana saya sebagai suami apakah saya harus terus mengalah dan membuat kecewa orang tua saya



-- Adrianto (Solo)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Setiap keluarga memiliki kebiasaan dan budaya yang berbeda. Kebiasaan tersebut akan membentuk pola pikir, sikap, dan cara seseorang menjalani kehidupan. Apa yang dilakukan dalam keluarga sejak kecil sering kali menjadi acuan dalam bersosialisasi setelah ia dewasa.

Ada keluarga yang terbiasa melakukan berbagai kegiatan secara bersama-sama, termasuk rekreasi atau wisata keluarga. Sebaliknya, ada pula keluarga yang lebih terbiasa hidup masing-masing, tidak terlalu banyak mengadakan kegiatan bersama, bahkan menganggap wisata sebagai sesuatu yang mewah atau sekadar pemborosan. Sementara itu, keluarga yang lain justru memandang wisata sebagai kegiatan yang wajar dan menjadi salah satu sarana untuk mempererat kebersamaan serta keharmonisan keluarga.

Perbedaan latar belakang seperti ini perlu dipahami oleh setiap pasangan suami istri. Setelah menikah, keduanya memasuki lingkungan keluarga yang baru sehingga masing-masing dituntut untuk saling beradaptasi dengan kebiasaan yang baik. Tidak ada sesuatu yang benar-benar statis dalam kehidupan. Perubahan adalah hal yang wajar, dan tidak semua perubahan bersifat negatif. Bahkan, terkadang sikap yang terlalu kaku dan enggan beradaptasi justru dapat menimbulkan berbagai masalah dalam rumah tangga.

Dalam hal ini, peran suami sebagai pemimpin keluarga sangat penting. Suami berkewajiban membimbing istri dan anak-anaknya kepada kebaikan. Seorang suami tidak seharusnya selalu mengalah terhadap setiap keinginan istri apabila hal tersebut justru membawa dampak yang kurang baik. Ia perlu mengarahkan keluarganya kepada sikap yang dapat menjaga hubungan baik dengan orang tua, mertua, dan keluarga besar dari kedua belah pihak, tanpa mengabaikan keharmonisan keluarganya sendiri.

Mengikuti acara wisata bersama keluarga besar suami bukanlah sesuatu yang buruk hanya karena istri tidak terbiasa melakukannya di lingkungan keluarganya dahulu. Selama kegiatan tersebut merupakan aktivitas yang baik, tidak mengandung kemaksiatan, dan tidak menimbulkan mudarat, maka tidak ada alasan untuk menolaknya. Justru hal itu dapat menjadi pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan dengan keluarga suami.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a'lam bish-shawab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc