Pengampunan.

Al-Qur'an, 4 Agustus 2026

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Ustadz. Saya ingin bertanya mengenai perihal satu surat 

"Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'" Azzumar ayat 53.

Dikatakan bagi yang melampaui batas.

Bisakah dikaitkan dengan murtad lalu kembali masuk islam? Orang munafik yang ingin memperbaiki diri ? atau bisa saja semisal menghina Allah dan rosulnya yang ingin kembali bertobat dan kembali kepada Allah? Apa ayat ini mencakupnya ustdz?Atau ada ayat lain yang lebih cocok dengan permasalahan diatas yang tentunya berisikan pengampunan pada masalah diatas.



-- Hamba Allah. (JATIM)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wa barakaatuh.
 
Surah Az-Zumar ayat 53 bersifat umum dan mencakup semua dosa besar, termasuk murtad, kemunafikan, dan penghinaan terhadap Allah serta Rasul-Nya, selama seseorang bertobat sungguh-sungguh sebelum sakaratul maut atau sebelum matahari terbit dari barat.
 
Cakupan Az-Zumar Ayat 53
  • Murtad dan kembali ke Islam : Allah menerima taubat orang yang keluar dari Islam lalu bersyahadat kembali.
  • Orang munafik: Taubat orang munafik diterima jika mereka jujur memperbaiki diri dan tidak munafik saat menghadapi sakaratul maut.
  • Menghina Allah dan Rasul: Dosa besar ini diampuni jika pelayunya menyesal, berhenti, dan memohon ampun dengan tulus.
Ayat Pendukung Terkait Taubat dan Pengampunan
  • Ali 'Imran ayat 89: Khusus membahas pelaku murtad yang bertaubat dan memperbaiki diri, bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • An-Nisa' ayat 146: Menyebutkan bahwa orang munafik yang bertaubat, memperbaiki diri, berpegang teguh pada Allah, dan ikhlas akan dimasukkan ke golongan orang yang beriman.
  • An-Nisa' ayat 17-18: Menjelaskan bahwa taubat diterima bagi yang berbuat keburukan karena kebodohan lalu segera bertobat, bukan bagi yang terus berbuat dosa hingga datang ajal.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA